29 May 2022, 13:25 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di NTT Memicu Karhutla


Palce Amalo | Nusantara

dok.Ant
 dok.Ant
ilustrasi: Stasiun Metereologi Eltari, Kupang, NTT.

BMKG mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipicu oleh angin kencang, Minggu (29/5).

"Waspadai potensi angin kencang yang sifatnya kering di musim kemarau yang berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kupang, Agung Sudiono Abadi.

Potensi kebakaran terjadi karena alang-alang dan dedaunan lantai hutan dalam kondisi sangat kering dan mudah terbakar karena saat ini, NTT sudah memasuki musim kemarau.

Sesuai laporan BMKG, beberapa wilayah di daerah itu sudah masuk zona merah peringatan karhutla yakni Rote Ndao, Sabu Raijua, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka.

Di Pulau Sumba, wilayah yang perlu diwaspadai terjadi kebakaran yakni sepanjang pantai utara pulau itu. Selanjutnya, Pulau Alor, Lembata, dan Flores Timur.

Agung menyebutkan sejumlah wilayah di NTT juga akan turun hujan ringan disertai angin kencang berdurasi singkat yakni Alor, Lembata dan Flores. Hujan ringan terjadi akibat tekanan rendah yang terpantau di Laut Banda.

"Keberadaan sistem tekanan rendah ini menyebabkan sebagian wilayah NTT masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat yang disertai Petir dan angin kencang berdurasi singkat," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: UNIPA Helat Expo 2022 Siap Cetak Wirausaha Muda

BERITA TERKAIT