28 May 2022, 08:42 WIB

Gelar Wayang Golek Pemkot Tegal Hadirkan Duo Dalang Enthus Susmono


Supardji Rasban | Nusantara

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono (tengah) di antara dalang Ki Haryo Enthus Susmonon dan dalang Nyi Jannah Enthus Susmomono. M

PEMERINTAH (Pemkot) Tegal, menggelar pentas wayang golek dalam rangka sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau atau DBHCT tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (27/5) malam.
      
Pergelaran wayang golek dengan duo dalang Ki Haryo Entus Susmono (wayang Golek) dan dalang Nyi Jannah Entus Susmono (wayang kulit) berlangsung di Pendopo Ki Gede Sebayu Pemkot Tegal, mengusung lakon 'Tumandange Sinatria Nagari Bahari'.
     
Lakon 'Tumandange Sinatria Nagari Bahari' berkisah tentang sosok kepemimpinan di tanah Jawa yang memiliki kekuatan dan karakter sesuai alam dalam delapan karakter unsur Astrabrata. Yakni, samudera, angin, bumi, langit, api, air, matahari serta bulan atau bintang.
     
Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, yang membuka acara pentas Duo Dalang Wayang Kulit dan Golek menuturkan jika pementasan istimewa, sebab dua orang dalang pentas dalam satu panggung. "Semoga pementasan ini bisa menghibur masyarakat Tegal, yang hampir dua tahun tidak menyaksikan pentas kesenian secara langsung. Pementasan kesenian tradisional di masa seperti sekarang ini memiliki nilai yang sangat strategis," ujar Dedy Yon.

Menurut Dedy Yon, saat ini kita berada di era di mana arus K-Pop atau budaya korea ekspansi ke Indonesia begitu gencar. "Tak hanya drama dan musik saja, tetapi sudah merambah ke produk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.
     
Ia menyebut dalam kondisi seperti ini budaya kita makin terancam eksistensinya. Perlahan tapi pasti remaja kita mulai gandrung dengan budaya korea. Perlahan tapi pasti pula budaya kita mulai tergeser dari fokus remaja kita.
     
"Tentu hal ini menjadi keprihatinan kita bersama, karena sesungguhnya kita memiliki kebudayaan adiluhung yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan ajaran mulia," terang Wali Kota.
     
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Ismail Fahmi, menyampaikan maksud dan tujuan dari pergelaran wayang tersebut selain nguri-nguri budaya Jawa juga menyebarluaskan informasi tentang cukai rokok dan cukai tembakau.
     
"Selain nguri-uri budaya Jawa atau ikut berperan serta melestarikan budaya Jawa juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang Cukai Rokok dan Cukai Tembakau kepada masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya supaya dapat mencegah peredaran produk rokok tanpa cukai atau rokok dengan cukai ilegal," ucap Ismail Fahmi.
     
Senada Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Analis Perekonomian Sekretariat DBHCHT Provinsi Jawa Tengah Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili Een Erliana, menyebut pergelaran wayang merupakan media yang tepat dalam memberikan informasi tentang Cukai Rokok dan Cukai Tembakau kepada masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya.

"Supaya bisa mencegah peredaran produk rokok tanpa cukai atau rokok dengan cukai ilegal," ucap Een Erliana. (JI/OL-10)
 

BERITA TERKAIT