26 May 2022, 14:39 WIB

Harga Pupuk Nonsubsidi Melejit, Petani Sawit Babel Menjerit


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Antara/Basri Marzuki.
 Antara/Basri Marzuki.
 Seorang petani memupuk tanamannya di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (10/1/2022).

HARGA pupuk nonsubsidi di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel), saat ini melonjak. Petani pun menjerit dan berharap harga pupuk nonsubsidi tersebut segera turun.

Sardi, 71, petani sawit di Desa Puding Besar Kabupaten Bangka, mengatakan, harga pupuk nonsubsidi saat ini sangat mahal dan memberatkan petani. "Memang harga pupuk subsidi bantuan pemerintah tidak naik, tetapi nonsubsidi naiknya luar biasa dan ini sangat memberatkan petani," kata Sardi, Kamis (26/5).

Ia mengaku petani, selain menggunakan pupuk subsidi juga menggunakan pupuk nonsubsidi. "Tidak cukup kalau hanya mengandalkan pupuk subsidi yang dijatah. Makanya kami selalu membeli pupuk nonsubsidi, tetapi harga sekarang mahal," ujarnya.

Harga pupuk KCL sebelumnya Rp300 ribu kini naik menjadi Rp850 ribu per karung. Harga NPK Kebomas dari Rp270 ribu per karung naik menjadi Rp550 ribu. Begitu pun harga NPK Mutiara naik dari Rp500 ribu menjadi Rp900 ribu per karung.

Baca juga: Kesulitan Pupuk ZA Lantaran Keterlambatan Transportasi

"Naiknya luar biasa. Dengan harga segitu, kami rasa tidak bisa menutupi biaya produksi. Untuk itu, kita petani berharap agar harga kembali stabil," terangnya.

Diakuinya saat ini dampak kembali pembolehan ekspor membuat harga TBS kembali bergerak naik. Namun hal itu belum wajar mengingat mahalnya harga pupuk nonsubsidi. (OL-14)

BERITA TERKAIT