25 May 2022, 07:30 WIB

Ratusan Sepeda Motor Disita dari Pelajar di Sikka


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Sepeda motor yang disita dari pelajar di Kabupaten Sikka, NTT.

ADA sebuah pepatah yang mengatakan kasih sayang orangtua kepada anaknya tiada batasnya. Apapun keperluan dari anak pasti akan disanggpui orangtua demi anaknya bahagia. Namun, kasih sayang orangtua bisa menjerumuskan anaknya sendiri, misalnya mengizinkan anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor ke sekolah. Hal itu bisa berbahaya bagi anak itu sendiri karena kasus kecelakaan lalu lintas saat ini didominasi oleh anak-anak.

Kepolisian pun tidak tinggal diam. Dalam setiap kesempatan, kepolisian melalui aparat satuan lalu lintasnya terus memberikan edukasi kepada orang tua. 

Namun, dari edukasi tersebut ternyata masih ada orangtua yang tetap memberikan anaknya sepeda motor meski belum cukup umur.  

Baca juga: Kapolres Sikka Proses Pidana Anak Buahnya yang Aniaya Selingkuhan

Seperti yang terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah pengendara sepeda motor di bawah umur dan berseragam SMA, yang belum memiliki SIM, diamankan oleh Satlantas Polres Sikka saat mengatur lalu lintas di sejumlah titik-titik jalan yang ada di Kabupaten Sikka, Selasa (24/5).

Kasat Lantas Polres Sikka AKP Firamudin, saat berbincang-bincang dengan mediaindonesia.com, mengaku setiap pagi, anggotanya mengatur lalu lintas di sejumlah titik yang ada di Kabupaten Sikka. Mengingat setiap pagi arus lintas di jalan raya dipadati para pengendara yang mengantarkan anaknya ke sekolah dan juga aktivitas kantor.

Namun kata dia, dari hasil pantauan masih banyak para pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas terutama anak-anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Dikatakan dia, ia mendapati sejumlah kendaraan yang dikendarai oleh para pelajar yang belum cukup ini banyak yang melakukan pelanggaran lalu lintas seperti motor tidak memiliki plat nomor, knalpot racing, tidak memakai helm dan juga tidak memiliki SIM sehingga motornya diamankan di Polres Sikka.

"Kalau kita hitung-hitung sudah beberapa hari kita jaga lagi ini, sekitar ratusan kendaraan bermotor yang kita amankan. Semua motor itu dikendarai oleh para pelajar yang rata-rata masih SMA yang belum cukup umur untuk mengendarai motor. Banyak dari mereka juga tidak menggunakan helm saat berkendara," ungkap dia.

Usai motor mereka diamankan, kata dia, kita meminta kepada mereka untuk mengambil motornya bersama orang tua mereka sehingga polisi bisa memberikan pengarahan kepada orangtua mereka terkait lalu lintas.

"Saat ini, banyak orangtua yang membelikan sepeda motor untuk anak mereka dengan alasan membantu pergi ke sekolah. Padahal, sesuai aturan, anak berusia di bawah usia 17 tahun itu dilarang mengendarai kendaraan karena anak-anak ini masih labil. Kita ini sudah berulang kali ingatkan kepada orangtua untuk tidak memberikan motor kepada anak kalau sayang anak. Ini penting karena kalau anaknya kecelakaan lalu lintas hingga cacat yang rugi kita sebagai orangtua," papar dia.

Firamudin pun kembali mengingatkan kepada orangtua sebaiknya tidak memberikan kendaraan roda dua kepada anaknya yang belum cukup umur.

"Kalau sayang anak, sebaiknya jangan dikasih kendaraan roda dua kalau belum waktunya karena mereka masih labil.  Daripada anak yang membawa motor ke sekolah sebaiknya orangtua yang mengantar sampai ke sekolah atau yang lebih aman naik bemo saja. Itu kan lebih bagus" ujar Firamudin.

Disampaikannya, Polisi salah apabila membiarkan anak-anak mengendarai sepeda motor. Jadi, semua punya andil dan bagian demi menekan angka kecelakaan di Kabupaten Sikka.

"Orangtua salah karena membiarkan anaknya belum cukup umur bawa kendaraan sendiri. Polisi salah kalau melihat anak itu di jalan tapi dibiarkan saja. Jadi masalah pengendara di bawah umur ini adalah masalah bersama. Kita semua harus sinergi. Kalau dibiarkan, bisa bahaya untuk si anak," tegas dia.

Dia juga mengungkapkan angka kecelakaan di Kabupaten Sikka terbilang tinggi hingga ada korban jiwa meninggal dunia. Dari evaluasi, banyak pelanggaran yang dilakukan anak-anak.

Ia pun mengaku selama ini kita masuk dari satu sekolah ke sekolah lainnya untuk mengimbau para pelajar mulai dari tingkat SMP dan SMA agar tidak membawa sepeda motor ke sekolah.

"Mereka ini generasi muda. Sebentar lagi ada dari mereka yang ingin lanjut kuliah. Makanya kita terus berikan edukasi kepada para siswa demi keselamatannya mereka," tutup dia (OL-1) 

BERITA TERKAIT