24 May 2022, 20:50 WIB

Pemkab Klaten 2023 Targetkan Angka Kemiskinan Turun Menjadi 11%


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/DJOKO SARDJONO
 MI/DJOKO SARDJONO
Rapat  Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Sunan Pandanaran Klaten


PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menargetkan angka kemiskinan
turun dari 12,89% tahun ini menjadi 11% pada 2023. Di Klaten, ada 25 desa tersebar di Kecamatan Wedi, Trucuk, Jatinom, Karangnongko, dan Wonosari yang mengalami kemiskinan ekstrem.

Hal itu diungkapkan Bupati Sri Mulyani pada acara Koordinasi Program
Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Selasa (24/5).

Menurut Sri Mulyani, saat pandemi angka kemiskinan naik menjadi 12,89% di Klaten. Karena itu, penurunan angka kemiskinan prioritas pada
2023.

"Target kami angka kemiskinan turun menjadi 11% pada 2023. Untuk
itu, anggaran untuk penanganan kemiskinan menjadi prioritas," jelasnya.

Saat ini, ada sekitar 151 ribu keluarga miskin di Klaten. Pun masih
terdapat 18 ribu rumah warga yang tidak layak huni (RTLH) yang harus
diselesaikan.

"Penurunan angka kemiskinan akan kita kebut. Untuk penanganan kemiskinan ekstrem itu akan dianggarkan  melalui APBD Perubahan 2022," jelasnya.

Terkait program keluarga harapan (PKH), Sri Mulyani mengatakan bahwa
program pemberian bantuan sosial bersyarat itu juga untuk keluarga
miskin. PKH sebenarnya program pemberdayaan atau pengentasan kemiskinan yang sangat baik dan tepat, karena, dalam program ini ada proses pendampingan.

Bupati mengharapkan keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tidak hanya
menikmati bantuan uang yang diterima, tapi juga mau diarahkan
pendampingnya. "Saya minta KPM PKH mengubah pola pikir agar mandiri melalui pertemuan peningkatan kapasitas keluarga dan pemberdayaan ekonomi produktif,"
katanya .

Rapat Koordinasi PKH 2022 juga dihadiri Wakil Bupati Yoga Hardaya, Ketua DPRD Hamenang, Asisten I Jaka Purwanto, dan Kepala Dinsos P3AKB Mohammad Nasir. (N-2)

BERITA TERKAIT