24 May 2022, 20:30 WIB

Harga BBM Capai Rp20.150/Liter, Kapal Wisata Labuan Bajo Ancam Mogok


John Lewar | Nusantara

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
 ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah kapal wisata pinisi lego jangkar di perairan dekat Dermaga Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur

HARGA bahan bakar minyak untuk industri bagi angkutan kapal wisata ke kawasan Taman Nasional Komodo dipatok oleh para pemilik banker kapal BBM dari Pertamina di Labuan Bajo dijual per liter mencapai Rp20.150 per liternya. Harga tersebut dianggap terlalu tinggi.

Sejumlah pemilik kapal di Labuan Bajo mengaku keberatan. Ratusan kapal wisata di Labuan Bajo terancam akan melakukan aksi mogok secara besar-besaran karena ketentuan harga melampaui keputusan pemerintah pusat untuk harga BBM industri.

Padahal rapat sebelumnya bersama Asosiasi Kapal Angkutan Wisata(ASKAWI), pihak kepolisian Syabandar Labuan Bajo memutuskan kenaikan harga BBM idnustri untuk kapal wisata hanya seribu rupiah berarti menjadi empat belas ribu perliter.

"Keputusan kenaikan harga dari 13 ribu menjadi 14.000 per liter BBM untuk kapal wisata semuanya harus membeli dari bunker kapal BBM yang ada di depan mulut Dermaga Labuan Bajo," sebut Oci Wahyuni salah satu pemilik kapal wisata Selasa, 24/5.

Oci mengaku keberpihakan ini di rasa sangat mencekik para pemilik kapal wisata. Menurut Oci, sebelumnya pernah di sepakati beli BBM di SPBU bisa mengunakan drijen asalkan mengantongi surat rekomendasi resmi sehingga tidak di tangkap.

"Dan semua itu di penuhi oleh semua pemilik kapal. Kami seluruhnya juga kemungkinan akan melakukan aksi mogok masal hingga tuntutan kami di penuhi pemerintah," ucap Oci.

Baca juga: Emak-emak di Pekanbaru Nilai UMKM Di bawah Sandiaga Lebih Maju

Sekretaris Askawi Andrica di konfirmasi untuk kepastian ini akan dilakukan rapat bersama dengan pihak otoritas Sabandar Labuan Bajo dan pihak-pihak terkai, askawi akan menanyakan kebenaran dan kepastian harga yang dirasa sangat tinggi dan mencekik bagi pelaku usaha kapal angkutan wisata.

Andirca membenarkan karena kondisi ini sudah ada beberapa pemilik kapal ditangkap akibat membeli BBM menggunakan jerigen dan yang lainnya pemilik kapal dipaksa membeli dengan harga Rp20.150 per liter BBM.

Andrica mengaku jika tidak ada torlerir dengan perhitungan lain terkait harga maka Askawi akan melakukan aksi berupa mogok masal.

"Bukti-bukti tersebut dialami oleh pemilik kapal Mymoon, Frans de Rosari saat membeli sebanyak 500 liter dirinya harus membayar lebih kurang sebanyak Rp. 10 juta,"terang Andrica.

Frans de Rosari dengan beberapa bukti pembelian di kapal banker milik pertamina, kwutasi yang di terima media ini, pembelian miliknya menunjukan bahwa harga BBM solar untuk kapal industri mencapai 20.150 perliter.

Sementara itu salah seorang pelaku wisata yang tak mau namanya dituliskan mengaku aturan tersebut seharusnya ditunjukkan kepada publik aturan mana yang mengatur tentang kenaikan harga melampaui ketentuan harga dari pemerintah pusat

Sumber itu mendesak pemerintah pusat dan pihak aparat penegak hukum untuk lebih mencari tahu dan memproses secara hukum manakala ditemukan adanya pelanggaran sesuai aturan yang berlaku di negeri ini.(OL-4)

BERITA TERKAIT