23 May 2022, 22:27 WIB

Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku Di Lamongan Meluas


M Yakub | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

SEBARAN Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus meluas. Jika sebelumnya baru menjangkiti ternak di 11 kecamatan kini, meluas di 16 kecamatan.

Pemkab telah melokalisir kawasan yang terjangkit dengan mendirikan posko dan menurunkan petugas untuk mengobati ternak yang terpapar penyakit.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan per 21 Mei, jumlah ternak yang tenjangkit wabah meningkat jadi 461 ekor dan tersebar di 16 kecamatan. Sebanyak 94 ekor berhasil disembuhkan.

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Pemkab Lamongan, Wahyudi, Senin (23/5) mengatakan Pemkab Lamongan telah berbagai upaya untuk mempercepat penangananwabah PMK hingga lokalisir ternak sapi. Hal tersebut dilakukan untuk mengendalikan dan mengeliminasi penyebaran virus penyebab PMK.

Selain itu, kata dia, instansinya juga terus melakukan penanganan berupa pemberian antibiotik, vitamin, dan desinfektan, serta lokalisir pergerakan sapi dengan menutup Pasar H Babat dan Tikung. Pemkab juga berkoordinasi dengan Polres Lamongan untuk mengontrol keluar masuk sapi dengan baik, telah dan terus dilakukan. "Kami juga bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) Universitas Airlangga untuk memberikan edukasi," tambahnya.

Ia menambahkan berbagai upaya tersebut dulakukan untuk mempercepat penanganan kasus PMK di lokasi yabg tepapar. Termasuk dalam untuk mengatisipasi agar PMK tidak sampai menyebar ke ternak lain, seperti domba dan kambing. (OL-15)

BERITA TERKAIT