23 May 2022, 19:14 WIB

Harga Pupuk Non Subsidi Selangit, Petani Kelapa Sawit Di Bangka Menjerit


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi stok pupuk.

HARGA pupuk non subsidi di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel) saat ini melonjak. Petani kelapa sawit pun menjerit dan berharap harga pupuk non  subsidi tersebut segera turun dan stabil.

Sardi, petani sawit di Desa Puding Besar Kabupaten Bangka mengatakan, harga pupuk non subsidi saat ini sangat mahal dan memberatkan  petani. "Memang kalau untuk pupuk subsidi bantuan pemerintah tidak naik, tapi non subsidi naiknya luar biasa dan ini sengat memberatkan petani," kata Sardi, Senin (23/5).

Ia mengatakan, selain menggunakan pupuk subsidi, petani juga menggunakan pupuk non subsidi. Menurutnyak kalau hanya mengandalkan pupuk subsidi tidak cukup.

"Pupuk subsidi ini kita dijatah. Karenanya kita selalu membeli pupuk non subsidi, tapi harga sekarang mahal," ujarnya.

Ia menyebutkan, harga pupuk KCL sebelumnya Rp300 ribu per karung, kini menjadi Rp850 ribu per karung. Kemudian NPK Kebomas dari Rp270 ribu per karung menjadi Rp550 ribu, Pupuk NPK mutiara dari Rp500 ribu per karung menjadi Rp900 ribu perkarung.

"Naiknya luar biasa, dengan harga seperti itu, kami tidak bisa menutupi biaya produksi. Kami berharap agar harga turun dan kembali stabil," terangnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT