19 May 2022, 17:43 WIB

Bupati Buleleng Minta Pengobatan Tradisional Bali Terus Dikembangkan


Ruta Suryana | Nusantara

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
 ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Ilustrasi pengolahan obat dengan bahan-bahan herbal

BUPATI Buleleng Putu Agus Suradnyana meminta agar pengobatan atau usadha tradisional Bali terus dikembangkan dan dipromosikan sebagai salah satu upaya penyembuhan yang diperhitungkan.

"Pengembangan pengobatan tradisional Bali ini perlu dilakukan agar semakin dikenal. Pengobatan tradisional Bali sesuai dengan visi Gubernur Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di mana salah satu program yang dikembangkan adalah pelayanan kesehatan tradisional yang merupakan warisan leluhur maupun tradisi masyarakat Bali yang dikenal dengan usadha Bali," ujar Bupati Agus Suradnyana saat memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) II Staf Ahli Kepala Daerah (Sahlikada) tahun 2022 yang dipusatkan di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis (19/5).

Menurut Agus Suradnyana, dalam pengobatan usadha Bali memang memerlukan waktu dalam penyembuhan. Pengobatan usadha Bali terkadang kalah cepat dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Oleh karena itu, usadha Bali lebih digunakan untuk upaya preventif atau pencegahan. Seperti penggunaan Loloh. Ketika kondisi tenggorokan terasa sedikit kurang baik, bisa minum loloh.

"Seperti loloh paya gamongan, sambiroto, kayu manis, dan lainnya. Saya kira akan membaik," imbuhnya.

Baca juga: Mengenal Terapi Bekam, Pengobatan Tradisional Berusia Ribuan Tahun

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Perekonomian yang juga Ketua Panitia Rakorda II Sahlikada tahun 2022 Luh Ayu Ariani dalam laporannya menyebutkan Rakorda ini bertujuan untuk membuat suatu kesepakatan antar staf ahli kepala daerah se-Bali guna mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas daerah memiliki poli integrasi, baik dalam menggunakan obat tradisional Bali serta praktek pangusada. 

Selain itu mendorong adanya regulasi daerah yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali agar perusahaan travel diwajibkan memasukkan paket tur kunjungan ke sentra bahan obat tradisional dan praktek pangusadha.

"Hal ini dalam rangka mewujudkan Bali Herb Tourism," ucap Luh Ayu.

Rakorda yang mengangkat tema 'Implementasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali Terintegrasi' ini akan berlangsung hingga Jumat (20/5).(OL-5)

BERITA TERKAIT