18 May 2022, 21:49 WIB

Pemkab Nyatakan Sebaran PMK di Lamongan Relatif Terkendali


M Yakub | Nusantara

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
 ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Ilustrasi: Peternak memberikan minuman jamu tradisional kepada sapi peliharaan di Peternakan Berkah Super Pedet (BSP) Farm, Desa Ciharalang

PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyatakan, penyebaran Penyakit Mulut dah Kuku (PMK) di wilayah Lamongan relatif terkendali. Ini karena proses penularan penyakit juga tidak terjadi dengan cepat di Lamongan.

 Sebab, di awal munculnya PMK dengan catatan sekitar 100 dan ada penambahan 149 sapi langsung ditangani secara intensif oleh pemerintah daerah.

"Sapi-sapi yang sebelumnya mengalami penurunan nafsu makan dan tidak bisa berdiri, saat ini sudah mulai membaik," kata Kabag Protokoler dan Komunikasi Pemkab Lamongan Arif Bachtiar, Rabu (18/5).

Baca juga: Antisipasi Penyebaran PMK, Polres Banjarnegara Jaga Pasar Hewan yang Ditutup

Dia menjelaskan, penyebaran wabah PMK di Kabupaten Lamongan relatif terkendali. Menurutnya, hasil laporan Tim Satgas penanganan yang ada di Kecamatan Tikung, kondisi sapi sudah mulai membaik.

"Sapi yang mendapatkan suntikan dan perawatan, nafsu makannya meningkat dan sudah bisa berdiri," imbuhnya.

Ini artinya, lanjut dia, PMK ini bisa diobati. Penularannya juga tidak begitu cepat di Lamongan. Jika sebelumnya diketahui di awal PMK masuk ada sekitar 100 lebih sedikit yang sakit, sekarang penambahannya 149 sapi. Jumlah ini dari total populasi 357 ternak di wilayah penularan.(OL-5)

BERITA TERKAIT