17 May 2022, 18:50 WIB

40 Warga Taput Ikuti Pelatihan Bahasa Jerman


Januari Hutabarat | Nusantara

MI/Januari Hutabarat
 MI/Januari Hutabarat
 

SEBANYAK 40 warga Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mengikuti Ausbildung (Pelatihan Bahasa Jerman) di Balai Latihan Kerja (BLK) Silangkitang, Selasa (17/5). Pelatihan bahasa Jerman tersebut juga menghadirkan orangtua yang sudah mendapatkan pekerjaan di Jerman.

Ke 40 peserta tersebut akan mengikuti pelatihan bahasa Jerman selama enam bulan dengan berbagai tahapan hingga bisa berkomunikasi dengan bahasa Jerman dan dapat dikirim ke Jerman. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan bahasa Jerman ini merupakan salah satu upaya dan perhatian pemerintah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing dan etos kerja yang tinggi. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Tapanuli Utara sebagai lumbung SDM yang berkualitas.

''Saudara dituntut untuk belajar keras demi mencapai kesuksesan dan keberhasilan. Kedepannya kegiatan seperti ini akan kita programkan,'' ujarnya.

Nikson menambahkan, peserta pelatihan harus menunjukkan dedikasi yang tinggi serta teruslah belajar memperbaiki diri dan mengembangkan potensi yang ada pada diri sendiri. Peserta diwajibkan mematuhi dan mengikuti segala peraturan dan ketentuan yang ada serta disiplin baik dari segi waktu, pakaian dan aturan yang berlaku serta memiliki etos kerja yang tinggi.

"Saya berharap instruktur atau narasumber agar memberikan yang terbaik kepada para peserta pelatihan dalam berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana cara bersosialiasi yang baik dan bekerja di negara Jerman,'' ujar Nikson.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sofian Simanjuntak menjelaskan bahwa kegiatan Ausbildung ini untuk mempersiapkan putra putri Tapanuli Utara berangkat ke Jerman untuk bekerja. Mereka akan mendapat gaji tetap dan pendidikan vokasi keterampilan yang akan difasilitasi oleh perusahaan yang menerima sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan ditekuni di Jerman. 

Ditambahkan Sofian, Ausbildung berbeda dengan bekerja sebagai TKI di luar negeri. Karena dalam program ausbildung, setiap peserta nantinya akan melamar ke perusahaan yang sudah ada dalam daftar program.

Ausbildung juga memberikan banyak keuntungan seperti belajar sambil bekerja, mendapatkan gaji dan asuransi jiwa, mendapatkan tempat tinggal serta jenjang karier yang cemerlang.

''Kita akan melaksanakan pelatihan selama 6 bulan, setelah itu para peserta melaksanakan tes di Goethe Institut di Jakarta, untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Jerman level B-1. Para Instruktur yang hadir adalah yang sudah memiliki sertifikat instruktur Bahasa Jerman sehingga kita yakini bisa membimbing peserta yang sungguh-sungguh serta memiliki tekad dan memberikan perhatiannya,'' jelas Sofian.

"Kami juga mengundang orangtua peserta untuk hadir dalam acara pembukaan dengan harapan dapat memahami maksud dan tujuan kegiatan tersebut serta tidak lepas tanggung jawab juga agar tidak ragu melepaskan anaknya untuk bekerja dan mendapat Pendidikan di Jerman,'' tutur Sofian Simanjuntak mengakhiri. (JH/OL-10)

BERITA TERKAIT