17 May 2022, 22:15 WIB

Minyak Goreng Curah Tak Tersedia di Pasar Kota Malang


Bagus Suryo | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Minyak goreng curah.

GEJOLAK minyak goreng memang sudah mereda, tapi pasokan minyak goreng jenis curah di pasar modern belum stabil bahkan menghilang. Di Kota Malang, Jawa Timur, pedagang hanya menjual minyak goreng kemasan.

"Minyak goreng curah tidak ada. Yang ada hanya stok kemasan itupun  harganya masih mahal," tegas Ibu Djuwono, pedagang di pasar modern Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Selasa (17/5).

Ia menjelaskan minyak goreng kemasan dijual Rp24 ribu-Rp25 ribu per liter. Harga itu, lanjutnya, bagi konsumen terbilang mahal. Sedangkan minyak goreng jenis curah tidak ada pasokan sejak komoditas itu terjadi gejolak beberapa bulan lalu.

Kepala Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jumar Ngadiono menyatakan minyak goreng curah belinya pada agen atau distributor sehingga yang dijual di pasar hanya kemasan.

Sementara itu, perajin keripik di sentra industri tempe di Sanan, Kota Malang, menyatakan menerima pasokan minyak goreng curah secara cukup sejak Ramadan. "Saya membeli minyak goreng di agen Rp14.500 per liter," ujar perajin keripik tempe, Sentot.

Ia menegaskan kendati harga minyak goreng mulai stabil, tapi perajin masih ketar-ketir. Karena itu mereka mematok harga keripik Rp9 ribu per bungkus atau 60 ribu per kg. "Kami masih was-was sembari berharap harga minyak goreng dan pasokannya tetap stabil," imbuhnya.

Di sisi lain, perajin dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku lainnya. Harga kedelai Rp11.750 per kg, tepung beras kemasan 25 kg Rp255 ribu dan tepung kanji naik drastis semula Rp125 ribu per kg menjadi Rp260 ribu per kg kemasan 25 kg. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT