16 May 2022, 22:30 WIB

STAHN Mpu Kuturan Luncurkan Rencana Aksi Pemuliaan Air di Bali Utara


Ruta Suryana | Nusantara

MI/RUTA SURYANA
 MI/RUTA SURYANA
 Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat meluncurkan program pemuliaan air di STAHN Mpu Kuturan Singaraja


PROGRAM Pemuliaan Air kerja sama antara Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN)  Mpu Kuturan Singaraja dengan Puri Kauhan Ubud akhirnya resmi diluncurkan.

Acara ini diresmikan secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono di Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten  Buleleng, Bali.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Suwindia mengatakan program
bertajuk : Tamblingan Alas Mertajati Jala Sudha Pratistheng Bhawana, ini bertujuan menjaga sumber-sumber air yang ada di kawasan hulu Pulau Bali khususnya Tamblingan Alas Mertajati. Tamblingan ialah penyimpan jejak peradaban masyarakat Bali Kuno yang kaya akan tradisi pemuliaan air dan hutan yang tersurat dalam naskah-naskah Prasasti dan Lontar di antaranya tentang Tata Kelola Air untuk pertanian.

"Kami akan implementasikan dalam bidang pengabdiaan masyarakat seperti
bentuk kawasan binaan yang melibatkan seluruh prodi (program studi) yang  dimiliki kampus sehingga program ini berkelanjutan," ujarnya, Senin (16/5).

Kegiatan ini mendapat respon positif dari Bupati Buleleng, Putu Agus
Suradnyana. "Kita harus melakukan langkah-langkah ekstrem untuk
melakukan perbaikan ekosistem dengan menanam pohon. Apalagi Buleleng
dipengaruhi oleh tiga danau, yakni Danau Buyan, Tamblingan dan Batur
di kawasan Buleleng Timur yang sangat mempengaruhi perairan. Sehingga
harus dijaga agar tidak terus mengalami pendangkalan," sebutnya.

Sementara itu Menteri Wahyu Trenggono menyebut gerakan ini sebagai
bagian dari kearifan lokal dalam menjaga ekologi. Terlebih, ancaman
kerusakan ekologi adalah umat manusia sehingga harus dijaga dengan baik
demi keberlangsungan.

"Ini bisa menjadi stigma yang bisa diberikan untuk masyarakat di wilayah lain di Indonesia, agar ekologi betul-betul dijaga dengan baik. Ancaman sebenarnya adalah umat manusia itu sendiri. Untuk itu, umat manusia harus bisa memahami pentingnya kita hidup di satu wilayah yang tetap harus terjaga dengan baik supaya kehidupan ini tetap bisa
berlangsung dengan baik," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penanaman sejumlah pohon. Di
antaranya pohon ficus, pohon cempaka, cemara pandak, kalijahe,  kesotan
busung, jelunut, kebaas-baas, kayu kesuan. Ada juga penebaran ikan Kuyuh di Danau Tamblingan sebanyak 2.000 ekor dan ikan nilem 100.000 ekor. (N-2)

BERITA TERKAIT