15 May 2022, 17:20 WIB

Cegah PMK, Pemkab Ciamis Tutup Sementara Tujuh Pasar Hewan


Kristiadi | Nusantara

Antara/Mohammad Ayudha.
 Antara/Mohammad Ayudha.
Dokter hewan Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Sukoharjo memeriksa mulut sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Bekonang.

DINAS Peternakan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menutup tujuh pasar hewan untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Penutupan pasar hewan dilakukannya menyusul beberapa daerah yang sudah melakukan hal serupa.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Syarif Hidayat mengatakan itu pada Minggu (15/5/2022). Penutupan pasar hewan itu mulai dari pasar ternak Rancah, pasar ternak Cigembor, pasar ternak Rajadesa, Pamarican, Cintaratu Lakbok, Panawangan, dan Cibadak Banjarsari. 

Dinas Peternakan Ciamis memberikan sosialisasi kepada pedagang dan peternak agar mereka dapat mengerti dengan kondisi tersebut. "Mereka mengerti dengan penutupan dan waktunya yang tidak ditentukan, tetapi tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan akan monitoring terus ke lapangan terutama untuk mengecek setiap peternak dan bandar. Soalnya, para bandar lebih banyak mendatangkan hewan dari luar daerah tetapi kami imbau untuk tidak membeli ternak dari wilayah yang terkena wabah," ujarnya.

Baca juga: NasDem Usul Bangun Pabrik Pupuk di Jawa Tengah

Kapolsek Panjalu Iptu Yaya Koswara mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan terutama kegiatan pemberian vaksin terhadap hewan ternak sapi di sejumlah kandang. Tujuannya mengantisipasi hingga mencegah meluasnya penyebaran wabah PMK. 

"Anggota Polri melaksanakan pendampingan kegiatan pemberian vaksin PMK di Kecamatan Panjalu yang meliputi kandang sapi milik Oyo berada di Dusun Paricariang sebanyak 105 sehat dan 15 ekor kondisinya demam dan Aan di Dusun Garahang, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu ada 100 ekor sehat," paparnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT