15 May 2022, 15:10 WIB

Kesadaran Rendah, Banyak Warga Sikka belum Punya Kartu Keluarga


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga.
 MI/Gabriel Langga.
Kepala Dinas Pencatatan dan Kependudukan Kabupaten Sikka Martha Hiberti Pega. 

SAMPAI saat ini banyak warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, belum memiliki kartu keluarga. Hal ini karena tingkat kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan masih rendah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka, Martha Huberty Pega, melaporkan jumlah penduduk Kabupaten Sikka saat ini sebesar 327.254 jiwa terdiri dari 158.443 laki-laki dan 168.811 perempuan. Data ini sesuai data Konsolidasi Bersih Kementerian Dalam Negeri Semester II 2021.

Keluarga di Kabupaten Sikka sebanyak 100.160. Sebanyak 94.967 telah memiliki kartu keluarga sedangkan yang belum memiliki ada 5.193. "Jadi sampai saat ini ada 5.193 keluarga yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Sikka belum memiliki kartu keluarga," ujar dia, Minggu (15/4).

Ia mengaku salah satu pemicu fakta itu karena tingkat kesadaran masyarakat terbilang masih rendah dalam mengurus administrasi kependudukan. Hal ini karena mereka belum merasa membutuhkan kartu keluarga.

"Namun kalau ada urusan pribadi yang membutuhkan kartu keluarga, baru mereka urus. Contohnya, istri mau melahirkan dan berurusan dengan BPJS. Itu kan harus ada kartu keluarga berbasis NIK. Nah di situ baru mereka urus sehingga terjadi penumpukan," ujar dia.

Baca juga: Universitas Syiah Kuala Aceh Terapkan Kurikulum Olahraga Model Eropa

Meski begitu, pihaknya telah menyurati para kepala desa untuk menyiapkan warganya melakukan pengurusan administrasi kependudukan. Pihaknya membuat tim di Dispenduk untuk turun ke desa melakukan pelayanan perekaman bagi warga yang belum ada kartu keluarga dan KTP. "Solusinya kami turun ke desa-desa yang belum memiliki kartu keluarga dan KTP," ujar dia.

Terkait pemilu dan Pilkada Sikka, ujar Martha, dirinya memprioritaskan anak-anak yang berusia 15 dan 16 tahun. "Jadi ketika mereka usia 17 tahun baru kami cetak. Begitu juga bagi warga yang sudah menikah tetapi belum memiliki kartu keluarga itu akan menjadi target kami," pungkas dia. (OL-14) 

BERITA TERKAIT