14 May 2022, 12:59 WIB

Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Pengembangan IKN di Kaltim


Mediaindonesia.com | Nusantara

DOK Kemendagri.
 DOK Kemendagri.
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Eko Prasetyanto Purnomo Putro (tiga dari kiri).

IBU Kota Negara baru diharapkan dapat sekelas dunia yang memperhatikan pembangunan berkelanjutan. Salah satu potensi yang perlu mendapat perhatian yaitu aspek digitalisasi. Era digitalisasi menghadirkan tantangan tersendiri yang bakal dihadapi para generasi muda. Oleh karena itu, para pemuda dapat terus mengasah kompetensinya agar tetap mampu bersaing.

Itu disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Eko Prasetyanto Purnomo Putro saat memberikan sambutan dalam forum diskusi bertajuk Kesiapan Generasi Muda dalam Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Baru, di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (13/5). Kegiatan tersebut bertujuan menjaring masukan ihwal peran pemuda dalam pembangunan IKN baru sekaligus sebagai bahan masukan dalam kajian yang tengah dilakukan Kemendagri.

"Tongkat estafet selanjutnya berada tangan generasi muda. Sekarang usia muda di Indonesia menjadi dominan bila dibandingkan usia nonproduktif. Mari manfaatkan bonus demografi ini sebesar-besarnya terutama dalam pembangunan IKN baru ke depan," ujar Eko. Hadir sebagai narasumber Rektor Universitas 17 Agustus Samarinda Marjoni Rochman, Dekan Fisip Universitas Mulawarman Muhammad Noor, Kepala Badan Litbang Daerah Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) Fitriansyah, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Kaltim Agus Tianur. Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Samarinda turut datang sebagai peserta.

"Hal ini juga untuk mempersiapkan Indonesia emas di tahun 2045 atau 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kita harus optimistis. Untuk itu diperlukan terobosan-terobosan yang dilakukan bersama," pesan Eko.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Noor menjelaskan sekira 68,89% dari penduduk Kaltim atau 2,62 juta jiwa merupakan kelompok usia produktif. Kondisi ini, menurutnya, menjadi potensi besar yang perlu dioptimalkan dalam membangun IKN baru ke depan. Dirinya juga mengungkapkan masyarakat urban, masyarakat menengah, dan kaum milenial akan memainkan peranan penting dalam pencapaian Indonesia emas 2045. "Tiga entitas tersebut harus dipersiapkan dari sekarang," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Agus Tianur. Menurutnya, potensi jumlah SDM produktif akan menjadi masalah baru apabila tidak dikelola dengan baik. Hal ini karena lahan pekerjaan juga semakin mengecil dengan persaingan yang lebih berat. "Saya kira pemuda saat ini harus mampu menghadapi transformasi digital dan mengambil peluang dari kondisi tersebut," ungkap Agus.

Di sisi lain, Marjoni Rohman menguraikan beragam faktor Provinsi Kalimantan Timur dinilai ideal sebagai lokasi IKN baru. Menurutnya, Kaltim merupakan wilayah heterogen, tetapi minim potensi konflik dibanding daerah lain. Kaltim, imbuh Marjoni, juga tidak pernah mengalami bencana gempa, di samping memiliki dukungan ketersediaan lahan milik negara yang luas. "Keberadaan IKN juga diharapkan menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru spread effect yang berdampak untuk daerah di sekitarnya. Dengan catatan, pola pembangunan IKN harus direncanakan dengan baik," kata Marjoni.

Mengepalai organisasi kelitbangan Pemprov Kaltim, Fitriansyah mengaku juga tengah melakukan riset yang membahas IKN baru. Dalam kajian tersebut, dirinya ingin memetakan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan guna mendukung pembangunan. Harapannya, para pemuda di Provinsi Kaltim dapat mengetahui peluang pekerjaan yang dapat disasar. "Kita di pemprov terus mendorong SDM Kaltim agar memiliki keahlian yang tersertifikasi agar nanti dapat bersaing. Ini sudah ada slotnya (program), namun belum termanfaatkan maksimal."

Selain itu, imbuh Fitriansyah, isu energi, pangan, dan sosial budaya juga menjadi perhatian dalam kajian yang dilakukan. "Topik-topik tersebut juga menjadi amanat dari Gubernur untuk dilakukan kajian," pungkasnya. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT