14 May 2022, 10:33 WIB

Gubernur NTT Minta Kopi Flores Dijadikan Kopi Resmi G20


Basuki Eka Purnama | Nusantara

MI/Susanto
 MI/Susanto
Pekerja menampih biji-biji kopi jenis Arabika yang sudah kering di kompleks perkebunan Tuang Koffie di Ruteng, Manggarai, NTT.

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat agar komoditas kopi dari Flores, NTT, menjadi kopi resmi dalam pelaksanaan kegiatan G20 Indonesia 2022.

"Sehubungan dengan dilaksanakannya kegiatan G20 di Bali dan acara sampingan di Labuan Bajo, maka kopi Flores, NTT, dapat dipakai sebagai kopi resmi pada kegiatan G20," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/5).

Laiskodat telah mengajukan permohonan tersebut kepada pihak Kementerian Perdagangan pada Kamis (12/5) sebagai tindak lanjut permohonan dari Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Manggarai Barat.

Baca juga: Hari Terakhir EWG II, G20 Dorong Pengembangan dan Implementasi K3 di Dunia Ketenagakerjaan Baru

Ia menyebutkan kopi Flores tersebut yaitu kopi arabika Bajawa, kopi arabika Manggarai, dan kopi robusta Flores-Manggarai.

Kopi Flores tersebut, lanjut dia, telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis dari Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Sebelumnya, Laiskodat telah melakukan kunjungan kerja ke wilayah Pulau Flores bagian barat seperti Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur dengan salah satu tujuan mengunjungi pusat-pusat produksi kopi.

Menurut dia, kopi Flores merupakan kopi yang berkelas premium dengan citra rasa yang sangat enak dan mampu bersaing di pasar global.

Selain itu, komoditas kopi Flores juga kaya akan cerita yang kuat seperti tentang asal muasal nama kopi juria atau kopi robusta yang dikenal dalam bahasa daerah sebagai kopi Tuang.

Gubernur Laiskodat juga mendorong agar hotel-hotel di Labuan Bajo untuk menyuguhkan kopi Flores kepada para tamu agar kopi-kopi lokal mampu menjadi tuan di tanahnya sendiri. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT