13 May 2022, 14:10 WIB

Ditagih Janji Kampanye, Gubernur Sulsel Berdalih Dana Terbatas


Lina Herlina | Nusantara

Dok. Pemprov Sulsel
 Dok. Pemprov Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman

ANDI Sudirman Sulaiman sekarang menjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah menggantikan Nurdin Abdullah yang diberhentikan sebagai gubernur. Nurdin diberhentikan karena terjerat kasus korupsi infrastruktur di Sulsel tahun anggaran 2020-2021.

Pada kampanye Pemilihan Gubernur Sulsel 2018, Andi Sudirman Sulaiman yang tidak lain adik kandung matan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, bersama pasangannya Nurdin Abdullah membuat janji kampanye, yang jika terpilih akan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel.

Tentu saja, itu harus dibarengi dengan peningkatan infrastrukur yang baik. Dimasa pemerintahan Nurdin Abdullah dan Sudirman Sulaiman, memang mereka banyak melakukan inovasi dan perbaikan infrastruktur di semua kabupaten/kota di Sulsel.

Kendati kemudian, Nurdin ternyata terjerat skandal dan kini tengah menjalani hukuman sebagai terpidana kasus tindak pidana korupsi di Lapas Sukamiskin Bandung dengan lama hukuman lima tahun.

Di tengah jalan, setelah Sudirman menggantikan Nurdin, sejumlah warga protes, infrastruktur jalan ke kampung mereka belum juga ada perbaikan. Misalnya, jalan menuju Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara. Wilayah tersebut merupakan salah satu dari dua wilayah terpencil yang sulit untuk diakses di Luwu Utara setelah Seko.

Untuk ke wilayah tersebut, dengan jarak yang hanya 80 kilometer saja, tapi harus ditempuh dengan menggunakan ojek dengan biaya antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta karena kondisi jalan yang rusak parah.

Terkait protes itu, pada pidato Rapat Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Luwu Timur, Sudirman menyindir protes tersebut. "Di Rampi, saya sampaikan tadi di Luwu Utara, katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan ini. Kenapa tidak sekalian keluar dari Indonesia gitu kan?"
sindirnya, Kamis (12/5).

Dia pun berdalih, Sulsel bukannya tidak membangun, tapi ini bertahap karena kemampuan keuangan wilayah tidak seperti yang kita pikirkan.

"Kalau kali-kali, ke Rampi panjangnya 80 kilo saya sudah cek. Kita kasih anggaran teman-teman TNI buka akses saja, tapi mengeluh, katanya kalau rintis wilayah lain oke, tapi kalau Rampi dibuka satu kilo di depan di belakang tertutup lagi longsor satu kilo karena lahannya tebing" ungkap Sudirman.

Sehingga dia mengaku meminta ke Bupati Luwu Utara untuk mendesain sekarang bagaimana penguatan tebing. "Jangan pikir dulu aspalnya, jadi harus penguatan tebing," tegas Sudirman yang mengakui jika diperiodenya ini yang diperkuat infrastruktur yang mudah diakses dan lalu lintas
ramai seperti Ajatappareng dan lainnya. (OL-13)

Baca Juga: Mobil Box Bawa Miras Oleng Timpa Pengendara Motor hinga Meninggal

 

 

BERITA TERKAIT