11 May 2022, 21:32 WIB

1.247 Ternak di Sleman Terjangkit PMK


Agus Utantoro | Nusantara

MI/Agus Utantoro
 MI/Agus Utantoro
Ilustrasi: Perdagangan ternak

PEMKAB Sleman meminta masyarakat menunda rencana pembelian ternak dari daerah lain terutama dari daerah yang banyak terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan kebijakan lainnya untuk mencegah masuknya ternak yang terkena PMK atau masalah kesehatan lainnya dengan meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak.

"Pemkab Sleman tengah mengawasi ketat masuknya sapi dari luar Sleman. Langkah tersebut sebagai antisipasi menularnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bumi Sembada," kata Kustini, Rabu (11/5).

Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 1.247 ternak yang dilaporkan terserang PMK di Sleman. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) sudah diminta untuk membentuk tim gugus tugas tingkat kabupaten dan kapanewon. Tim ini salah satu tugasnya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi DIY dan Balai Karantina Pertanian Yogyakarta untuk turun ke lapangan mengecek kondisi sapi pasar hewan dan mengawasi ketat keluar masuknya ternak di Sleman.

"Tim akan melakukan uji sampling terhadap hewan ternak yang keluar masuk di Kabupaten Sleman. Sebagai bentuk antisipasi kita, Tim juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada petugas teknis lapangan, pasar hewan, rumah potong hewan, koperasi peternakan, kelompok ternak, peternak dan pelaku usaha peternakan," imbuh Kustini.

Baca juga: Ramuan Ajaib Peternak Sidoarjo ini Ampuh Sembuhkan Penyakit Mulut dan Kuku

Pihaknya pun meminta seluruh peternak waspada dan meningkatkan kebersihan kandang agar sapi agar tidak terinfeksi PMK.

"Tolong juga kepada kelompok peternakan segera berkonsultasi dengan pos kesehatan hewan apabila ternaknya terdapat indikasi yang mengarah ke PMK, agar segera kita lakukan langkah penanganan selanjutnya," ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT