11 May 2022, 18:49 WIB

Antisipasi Penyebaran PMK, Banyumas Intensifkan Kontrol Peternakan dan Pasar Hewan


Lilik Darmawan | Nusantara

MI/Agus Utantoro
 MI/Agus Utantoro
Ternak sapi.

PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mengintensifkan kontrol ke peternakan sapi dan kambing untuk mengantisipasi melonjaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Dinas terkait juga telah turun untuk inspeksi di pasar hewan.

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan bahwa pihaknya melakukan antisipasi penyebaran PMK. "Kami telah meminta kepada dinas terkait untuk melaksanakan kontrol di sektor peternakan. Inspeksi harus dilakukan terus untuk antisipasi penyebarannya," jelas Sadewo,  Rabu (11/5).

Sementara Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Banyumas melakukan pemeriksaan sapi di Pasar Hewan Ajibarang. "Hari ini ada pemeriksaan di Pasar Ajibarang. Dari pemeriksaan yang kami lakukan, ada tiga yang terindikasi PMK," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinpernak Banyumas, Jan Ari Rijadi.

Menurut Jan, tiga sapi yang terindikasi PMK memiliki gejala-gejala di antaranya adalah pincang, kuku mau lepas, mulut ada bercak, dan putingnya luka. Suhunya mencapai 42 derajat Celcius. Padahal suhu normal antara  38-39 derajat Celcius. "Namun, untuk kepastiannya, kami mengambil sampel darah untuk diuji di laboratorium Balai Besar Veteriner," ujarnya.

Sebagai antisipasi, kata Jan, pihaknya melaksanakan penyemprotan disinfektan untuk sapi maupun kandang. "Kami juga mengimbau kepada para pedagang supaya tetap berhati-hati terutama daerah-daerah yang muncul kasus PMK," kata Jan. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT