04 May 2022, 22:35 WIB

Bali Tambah 8 Rute Penerbangan Asing


Arnoldus Dhae | Nusantara

MI/Arnoldus Dhae
 MI/Arnoldus Dhae
Bandara Ngurah Rai.

BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali mendapatkan tambahan 8 rute maskapai penerbangan internasional pada 1 dan 2 Mei 2022. Penambahan 8 rute penerbangan langsung dari berbagai negara ini menambah jumlah maskapai internasional yang beroperasi menjadi 17 rute reguler dengan 17 maskapai. Penerbangan tersebut telah didukung dengan jam operasional terminal internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali beroperasi 24 jam hingga 10 Mei 2022 mendatang dan akan diperpanjang sesuai kebutuhan.

General Manager PT Angkasa Pura Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado membenarkan terdapat penambahan jumlah maskapai dan rute asing dari beberapa negara. "Ini menambah deretan rute dan maskapai yang melayani penerbangan langsung dari beberapa negara ke Bali dan sebaliknya," ujarnya. Penambahan ini terjadi sejak 1 sampai 2 Mei lalu.

Adapun data penerbangan perdana untuk 8 rute maskapai internasional yaitu untuk 1 Mei ada 4 penerbangan atau 4 rute. Yakni pertama, Thai Airways rute Bangkok - Denpasar PP mendarat pukul 17.40 WITA mengangkut 236 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap Senin, Kamis, Sabtu dan Minggu di jam yang sama.

Kedua, Emirates rute Dubai - Denpasar PP mendarat  pukul 22.15 WITA mengangkut 411 penumpang dan sesuai jadwal beroperasi reguler setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu.

Ketiga, Indonesia Air Asia rute Singapore - Denpasar PP mendarat pukul 14.53 WITA mengangkut 167 penumpang dan sesuai jadwal beroperasi reguler setiap hari. Keempat, Jestar Airways rute Cairsn - Denpasar PP mendarat pukul 00.16 WITA mengangkut 150 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap Selasa, Kamis dan Sabtu.

Sementara untuk tanggal 2 Mei juga terdapat 4 maskapai dengan rutenya masing-masing yakni pertama, Jestar Airways rute Adelaide - Denpasar PP mendarat pukul 11.03 WITA mengangkut 135 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler Senin, Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu.

Kedua,  Cebu Pacific rute Manila - Denpasar PP mendarat pukul 11.30 WITA mengangkut 73 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap hari Kamis dan Minggu. 

Ketiga, Jetstar Airways rute Brisbane - Denpasar PP mendarat pukul 13.09 WITA mengangkut 315 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap hari.

Keempat,  Jetstar Airways rute Darwin - Denpasar PP mendarat pukul 12.34 WITA mengangkut 154 penumpang, sesuai jadwal beroperasi reguler setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. "Penerbangan internasional mulai bertambah kembali menjadi 17 rute dengan dilayani 17 Maskapai, selama 2 hari berturut-turut terjadi penambahan signifikan yaitu ada 8 rute sekaligus yang beroperasi secara reguler," ujarnya.

Ada sebanyak 10 negara yang telah terhubung dari dan menuju ke Pulau Bali yakni Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, Qatar, Turki, Thailand, Vietnam, Uni Emirat Arab dan Filipina. Untuk rute negara terbanyak Australia yaitu Melbourne, Sydney, Perth, Chairsn, Adelaide, Darwin dan Brisbane.

"Hal ini tentunya kami menyambut dengan antusias yang menjadi suatu catatan positif Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali, terus menunjukkan perkembangan selama 3 bulan terakhir ini. Sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali melalui sinergi antara pemangku kepentingan terus berupaya memberikan layanan agar setiap penerbangan dapat berjalan dengan baik dan lancar, terlebih regulasi pemerintah harus tetap kami jalankan dalam memberikan layanan yang aman dan sehat. "Suatu harapan bagi kami pada sektor aviasi dan perekonomian masyarakat Pulau Bali, perlahan mulai bangkit melihat kurang lebih 2 tahun terdapat pembatasan aktivitas penerbangan sebagai salah satu mengantisipasi pandemi Covid-19," ujarnya. Tentunya sebagai pintu gerbang masuk di Pulau Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali harus menjaga kepercayaan pemerintah dan masyarakat sebagai suatu filter kesehatan maupun dokumen perizinan, dengan harapan semuanya dapat kembali normal seperti sebelum waktu pandemi Covid-19," tutup Herry. (OL/OL-10)

BERITA TERKAIT