01 May 2022, 21:40 WIB

Pemkab Badung Siap Beli Gabah Petani Melalui PT Padi Alam Semesta


Arnoldus Dhae | Nusantara

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Petani sedang menabur pupuk di sawahnya.

KETUA DPRD Badung Putu Parwata mengatakan, legislatif dan Pemkab Badung bersinergi untuk menyejahterakan petani padi yang ada di seluruh Badung. Hal ini disampaikan Parwata saat berkunjung ke Desa Cemagi, Badung, Minggu (1/5/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau demplot sawah seluas lima hektar milik petani setempat yang disupport penuh oleh pemerintah. "Kami sangat bangga melihat petani semangat luar biasa. Mereka bangkit dengan harapan baru," ujar Parwata saat di Desa Cemagi.

Menurut Parwata, Pemerintah Kabupaten Badung akan menangani petani padi mulai hulu, tengah dan hilir. Pemerintah akan memberikan bibit gratis, pupuk gratis, edukasi tentang padi yang berkualitas dari tim teknis yang memadai. Kemudian hasilnya berupa gabah akan dibeli sesuai dengan standar pemerintah.

Setelah itu berasnya akan dibeli oleh pemerintah dengan harga Rp8 ribu perkilogram. Lalu melalui BUMDA dan BUMDes, beras tersebut akan dijual lagi dengan harga antara Rp8.500 sampai Rp9 ribu. Masyarakat akan membelinya di BUMDA dan BUMDes. Jadi petani dan masyarakat umumnya bisa beli beras yang segar, berkualitas, produksi sendiri, dengan harga yang tetap murah meriah. Petani harus bisa beli beras murah, tetapi dengan jual gabah yang mahal. Petani tetap Untung dengan bibit gratis, pupuk gratis, edukasi gratis, lalu jual gabah mahal.

Parwata menegaskan, perlu ada sinergi antara pemerintah dan petani. "Dimana peran pemerintah? Pemerintah harus tahu bagaimana caranya agar petani tidak rugi. Kapan rugi? Di saat gagal panen. Makanya perlu ada Perbup yang mengatur tentang proteksi petani saat gagal panen," ujarnya. Salah satunya adalah melalui PT Padi Alam Semesta. Kali ini baru ada lahan demplot sekitar 5 hektar. Bila sukses maka semua lahan sawah di Badung yang sekitar 350 ribu hektar itu akan dibeli hasil gabahnya oleh pemerintah. Tentu saja dengan MoU yang sesuai standar.

"Semoga Tuhan Yang Maha Esa merestui kita semua. Sehingga sinergitas antara pariwisata, pertanian dan budaya bisa berjalan," urainya.

Sementara Kepala Desa Cemagi I Putu Hendra Sastrawan mengatakan, pihaknya telah menjalankan tugas untuk ketahanan pangan di Badung. Selain itu juga desanya melakukan padat karya tunai desa bersama seluruh warga dengan membersihkan seluruh saluran irigasi untuk lahan sawah agar airnya lancar.

Saat ini Desa Cemagi menjadi lokasi demplot. Bila berhasil maka sekitar 330 hektar akan diberi bibit dan pupuk gratis oleh pemerintah. "Kami merasa hormat dan bangga dengan Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang datang melihat sendiri lokasi demplot. Semoga ini menjadi awal bagi petani di Cemagi dan Badung umumnya," ujarnya. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT