30 April 2022, 08:40 WIB

Kendaraan Pemudik Melonjak, Skema One Way Diterapkan di Tol Semarang-Bawen


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Kendaraan di Tol Semarang-Bawen

KEPOLISIAN menerapkan skema one way di tol mulai Gerbang Banyumanik KM 420 hingga Bawen KM 442. Hal ini lantaran terjadi lonjakan arus mudik di ruas Semarang-Bawen.

Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (30/4) dini hari, lonjakan arus mudik di beberapa ruas jalur mulai memasuki Kota Semarang hingga Bawen, Kabupaten Semarang, bahkan sejak petang kendaraan hanya dapat berjalan merambat sepanjang 20 kilometer.

Di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Bawen arus kendaraan nyaris tidak bergerak akibat ribuan pemudik melintas dalam waktu bersamaan. Sehingga, kepolisian mengambil langkah skema one way mulai Gerbang Banyumanik sampai Gerbang Bawen hingga pukul 01.00 WIB  dan secara perlahan dapat mencair meskipun dengan kecepatan rendah.

Kondisi demikian juga terjadi di jalan nasional, sejak memasuki tanjakan Gombel hingga Bawen arus kendaraan pemudik baik roda dua dan empat juga hanya dapat berjalan merambat dengan kecepatan 20-30 kilometer per jam, sedangkan jalur alternatif melalui Gunungpati relatif lenggang.

"Ketika terjadi peningkatan arus kendaraan di ruas Semarang-Bawen, kami langsung mengambil skema one way hingga dini hari untuk kelancaran pemudik," kata Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Agus Suryo Nugroho.

Baca juga:  Arus Mudik Mulai Padat, Jasa Marga Berlakukan Gage dan One Way arah Semarang

Dengan skenario one way di tol tersebut, lanjut Agus Suryo Nugroho, kendaraan pemudik dengan tujuan arah Solo dan Yogyakarta dapat berjalan lancar meskipun tidak dapat dengan kecepatan maksimal.

"Langkah ini menjadikan kondisi mencair hingga tidak sampai mengalami kemacetan," imbuhnya.

Meskipun petugas di jalan nasional juga telah siaga penuh serta bersiap untuk melakukan langkah rekayasa lalu lintas di ruas Semarang-Bawen, namun meningkatnya kendaraan pemudik di ruas jalan utama tersebut tidak sampai berhenti dan kendaraan dapat berjalan merambat. (OL-5)

BERITA TERKAIT