23 April 2022, 22:00 WIB

Jabar Quick Response Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Anak Yatim Terdampak Pandemi Covid-19


Bayu Anggoro | Nusantara

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
 ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Anak yatim terdampak pandemi di Kudus, Jawa Tengah, menerima bantuan sepeda 


PANDEMI covid-19 meninggalkan banyak persoalan di Jawa Barat. Salah satunya bertambahnya anak yatim karena orangtua mereka meninggal akibat virus itu.

Kondisi itulah yang membuat Jabar Quick Response, tim kemanusiaan yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, memberikan perhatian atas persoalan tersebut.

Manajer Data dan Informasi JQR, Aditya Sanggaputra, mengatakan, pada
2021, pihaknya menerima 453 aduan terkait anak yatim. Dari jumlah itu, didominasi yang orangtuanya meninggal akibat covid-19.

"Di saat covid-19, jumlah aduan ke kami terkait anak yatim naik jadi 453 pada tahun kemarin," katanya di Bandung, Sabtu (23/4).

Menurut dia, persoalan yang dialami banyak anak-anak itu terkait ekonomi karena sang ayah selaku tulang punggung keluarga meninggal dunia.

Akibatnya, kata dia, mereka nyaris terancam putus sekolah karena
keluarga yang tidak mampu membiayai. Atas dasar itulah, pihaknya membuat tim khusus untuk menangani laporan terkait anak yatim.


Rumah Yatim

 

"Dalam mengatasinya, kami berkolaborasi dengan pihak lain," tambah Manajer Kemitraan dan Kelembagaan JQR, Dito Budiman.

Dia menyebut, salah satunya dengan berkolaborasi dengan Rumah Yatim. Lembaga ini dinilai memiliki kompetensi dan potensi yang besar untuk
membantu mengatasi persoalan anak yatim.

Untuk itu, lanjut Dito, pihaknya menggelar acara kepedulian untuk anak yatim yang diberi nama Gerobag Ramadan. "Sabtu dan Minggu ini kami berbagi dengan anak-anak yatim. Ada berbagai pelayanan terbaik yang khusus diberikan untuk adik-adik kita ini."


Bersama Rumah Yatim, pihaknya mengajak anak yatim berkeliling Kota
Bandung dengan menggunakan kendaraan roda empat. "Lalu kami ajak tur
keliling Gedung Sate, melihat-lihat tempat bersejarah itu," katanya.

Tak hanya itu, mereka pun diajak berkreasi dengan sejumlah permainan,
baik perlombaan moderen maupun permainan tradisional. "Lalu ada juga
santunan untuk mereka. Semoga bisa membantu kebutuhan mereka," katanya.


Lembaga kemanusiaan


Wakil Direktur Rumah Yatim, Abdurahman, menjelaskan, sebagai lembaga
kemanusiaan dari zakat masyarakat, pihaknya memiliki visi dan misi untuk memberi masa depan yang baik bagi anak yatim. Salah satunya dengan memberikan pendidikam yang terbaik hingga perguruan tinggi.

Dari 80 ribu lebih anak yatim yang dibinanya, menurut dia, terdapat 217
anak yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. "Mereka kuliah, ada yang ambil kedokteran, arsitek, dan lain-lain," katanya.

Mengingat jumlah anak yang kuliah yang belum maksimal, pihaknya akan
mendirikan perguruan tinggi khusus anak yatim. "Agar semuanya bisa
kuliah, dan bisa mengubah masa depannya. Memutus rantai kemiskinan,"
tegas Abdurahman. (N-2)

BERITA TERKAIT