22 April 2022, 20:48 WIB

Pasar Tumpah di Jalur Selatan Jabar jadi Perhatian Polres Garut


Adi Kristiadi | Nusantara

MI/Ahmad Safuan
 MI/Ahmad Safuan
Pasar tumpah saat mudik lebaran kerap menyebabkan kemacetan.

POLRES Garut mulai mengantisipasi potensi kemacetan saat mudik lebaran 1443 Hijriah, salah satunya berada di jalur selatan Jawa Barat menuju Jawa Tengah, yakni keberadaan pasar tumpah yang dapat memperlambat laju kendaraan pemudik.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, pihaknya sudah memetakan sejumlah titik kemacetan. Khususnya keberadaan pasar tumpah jelang Lebaran yang setiap tahun menyebabkan kemacetan kendaran pemudik dari Jakarta, Bandung melalui Garut menuju Tasikmalaya. Untuk itu, di lokasi petugas akan membuat penghalang (barrier) atau pembatas antara lokasi pasar tumpah dan jalan.

"Setiap Lebaran pasar tumpah yang berada di jalur selatan Jabar-Jateng menyebabkan laju kendaraan padat merayap. Kita akan batasi menggunakan barrier untuk pasar yang dianggap sebagai trouble spot. Kami akan melakukan penyekatan agar yang menyeberang hanya di di satu titik," katanya, Jumat (22/4).

Ia mengatakan, pasar tumpah yang berada di jalan Nasional itu setiap tahun digelar yang selalu menimbulkan kemacetan yang panjang membuat para pemudik kesal. Diharapkan dengan adanya batasan menggunakan barrier laju kendaraan dipastikan lancar. Polres Garut juga akan menyiagakan tim pengurai kemacetan di dua jalur utama berada di Jalan Limbangan-Malangbong dan Jalan Kadungora arah Cilawu.

"Petugas akan siaga di lokasi tersebut untuk mengurai kemacetan jika terjadi kemacetan mereka akan turun langsung mengatur lalulintas. Selain itu juga mengingatkan pemudik tetap menerapkan protokol kesehatan agar setelah lebaran tidak adanya lonjakan covid-19," ujarnya.

Selain itu, jelas Hadicaksono, Polres Garut meluncurkan aplikasi Smart Polantas. Aplikasi ini diperuntukkan bagi pengguna jalan saat arus mudik dan balik agar pengendara dapat memantau kondisi jalan yang akan dilaluinya.

"Di aplikasi itu ada live CCTV, traffic info dan panic button apabila para pengendara mengalami permasalahan di jalan. Kami, dari petugas gabungan TNI dan Polri berupaya maksimal melayani pemudik dengan selamat sampai tujuan. Jangan lupa pemudik menerapkan protokol kesehatan," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Diyakini Sosok Tepat Kembangkan Pariwisata, Sandiaga Dapat Dukungan Luas di Bali

BERITA TERKAIT