21 April 2022, 23:44 WIB

Jalan Kaki Satu Hari Demi Akses Komunikasi 


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Nusantara

MI/Yakub P
 MI/Yakub P
John, Warga Desa Jember, Towe, Keerom, Papua

JOHN, warga desa Jember, Towe, Keerom, Papua, sekilas tak memiliki perbedaan dengan pemuda-pemuda lain. 

Tinggal di kaki gunung Pegunungan Bintang, John terlihat komunikatif ketika bercengkerama dengan sesama warga desa Jember. 

Sayang, wajah semringah serta keseruan dari sosok John sulit ditemui oleh orang banyak. 

Pasalnya, yang membedakan John dengan pemuda di desa atau kota lainnya ialah sinyal internet. 

John sedari kecil tinggal di desa yang belum ada listrik, apalagi internet. Demi bisa berselancar di media sosial, Facebook, seperti pemuda pada umumnya, John tak seperti pemuda lain yang tinggal membeli paket. 

Guna mendapatkan sinyal untuk HP-nya, John harus berjalan ke wilayah bernama Jambrab. 

Tanpa tedeng aling-aling, jarak desanya menuju Jambrab menghabiskan jarak tempuh satu hari dengan berjalan kaki. 

Belum lagi jalanan yang dilewati John merupakan area hutan lebat yang pastinya belum ada penerangan. Artinya, jika berjalan malam hari, ia hanya mengandalkan senter untuk bisa kembali ke rumah. 

Bahkan, guna mengisi baterai atau mengecas telepon selulernya, John harus menghabiskan waktu di Jambrab. 

"Kalau mau ngisi baterai HP harus ke Jamrab 1 hari," ucapnya saat ditemui di desa Jember, Papua. 

Pengalaman John berjalan seharian demi sinyal terjadi saat belum adanya pembangunan tower BTS 4G inisiasi BAKTI Kominfo di desanya. 

Baca juga : Jaringan 4G Menyala di Pelosok Papua, BAKTI Kominfo Telekonferensi Dengan Johnny G. Plate 

Butuh waktu tak sebentar untuk tim BAKTI Kominfo bisa memasang hingga mengaktifkan tower BTS seberat total 10 ton itu di desa yang berada di tengah hutan. 

Adapun tower BTS 4G tersebut baru selesai dibangun atau on air dalam sepekan terakhir. 

Setelah tower BTS 4G rampung, John mengaku telah merasakan manfaatnya karena sekarang tak harus jauh-jauh ke Jambrab demi mendapatkan sinyal. 

"Sudah pernah dicoba komunikasi dan bagus. Setelah ini nyala baru bisa main Facebook (tanpa jauh-jauh)," ucapnya. 

Ia mengaku sebelum adanya tower BTS 4G, daerah tempatnya ia tinggal sama sekali tidak ada sinyal. 

"Makanya kita jarang pakai saja karena beli pulsanya juga jaraknya jauh," paparnya. 

Kini, John sudah seperti pemuda lain pada umumnya. Ia mengaku telah menikmati manfaat BTS 4G untuk berkomunikasi dan berselancar di media sosial. 

Wajar ia senang, kini dirinya tak perlu berjalan kaki selama satu hari hanya untuk mendapatkan sinyal. 

“Kami senang dengan adanya pembangunan tower, sudah pernah dicoba komunikasi dan bagus,” ungkapnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT