20 April 2022, 19:04 WIB

Jalur Alternatif Cianjur-Bandung Tertimbun Longsor


Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

AKSES jalan alternatif penghubung Kabupaten Cianjur dengan Kabupaten Bandung di Desa Girimukti Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tidak bisa dilalui. Hal ini terjadi setelah sebuah tebing longsor, Rabu (20/4) setelah hujan deras mengguyur.

Relawan Tangguh Bencana (Retana) Desa Girimukti, Andri, mengatakan longsor dari tebing terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Lokasi yang longsor berada di Tanjakan Enceung Kampung Cibaregbeg RT 03/06.

"Tadi kami sudah mengecek lokasi dan melakukan asesmen. Tanah longsor menyebabkan akses jalan alternatif ke Bandung menjadi tersendat. Begitu juga akses jalan penghubung Dusun Sukalaksana dengan Dusun Neglasari, terputus," kata Andri, Rabu (20/4).

Ketebalan material tanah longsor ditaksir mencapai 1,5 meter dengan panjang akses jalan yang tertimbun sekitar 50 meter. Sementara ini jalan tak bisa dilintasi kendaraan roda 4, roda 2, maupun pejalan kaki.

"Tidak ada korban jiwa atapun luka. Tidak ada juga kerusakan bangunan rumah," tuturnya.

Andri mengaku sudah berkoordinasi dengan desa dan kecamatan setempat, termasuk dengan TNI dan Polri untuk menangani sementara kondisi di lapangan. Pasalnya, timbunan material tanah longsor perlu disterilisasi agar tak menghambat aktivitas masyarakat. "Kami mengimbau masyarakar agar tetap waspada karena curah hujan masih cukup tinggi," pungkasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Fatah Rizal, menambahkan kondisi cuaca belakangan ini kurang bersabahat. Kondisinya sesuai dengan prediksi yang dikeluarkan BMKG.

"Dengan kondisi cuaca sekarang, yang kami waspadai itu puting beliung dan hujan yang disertai petir," kata Rizal kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.

BPBD, kata Rizal, mewaspadai potensi bencana di semua wilayah yang tersebar di 360 desa dan kelurahan di 32 kecamatan. Namun hasil evaluasi, terdapat spot-spot yang memang dikategorikan masuk zona merah. "Tapi pada prinsipnya kami mewaspadai potensi kerawanan bencana itu di semua wilayah," pungkas Fatah. (OL-15)

BERITA TERKAIT