19 April 2022, 21:25 WIB

Gandeng OJK, PKK Sumsel Edukasi Masyarakat Agar tidak Terjebak Investasi Bodong


Dwi Apriani | Nusantara

MI/DWI APRIANI
 MI/DWI APRIANI
  Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho saat beraudiensi dengan Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia di Palembang.


TP PKK Sumsel terus bersinergi dengan lembaga terkait, dalam hal ini
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatra Bagian Selatan mendorong literasi pemanfaatan jasa keuangan bagi masyarakat.

Tujuannya agar masyarakat tidak terjebak kepada praktik jasa keuangan atau investasi bodong. Salah satunya adalah dengan memaparkan dan mengenalkan tentang Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Dalam tim itu, OJK adalah tim pengarah.

Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho mengatakan TPAKD telah ada sejak 2016. Setiap tim dikoordinasi oleh sekretaris daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Tim ini dibentuk agar akses keuangan daerah bisa dipercepat dan mendorong akses keuangan secepat-cepatnya kepada masyarakat agar bisa dimanfaatkan," jelas Untung, Selasa (19/4/2022).

Untung menambahkan pihaknya berupaya untuk memberikan literasi kepada
masyarakat tentang pengelolaan keuangan bagi keluarga, sehingga bisa
termanfaatkan dengan baik.

"Kita ingin membantu pendanaan masyarakat dan menghindarkan dari pinjaman online,"  terangnya.

Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia menegaskan pihaknya akan  berupaya
untuk mendorong literasi pemanfaatan jasa keuangan kepada masyarakat.
Menurutnya tak sedikit masyarakat yang ingin mendapatkan pendanaan modal pengembangan usaha namun terkendala pada agunan (jaminan).

"Ada masyarakat yang ingin memperoleh pinjaman namun seringkali terkendala pada jaminan. Terlebih lagi karena penghasilan mereka yang tidak menentu," bebernya.

Untuk itu, pihaknya akan menyosialisasikan literasi pemanfaatan jasa
keuangan. Hal ini dinilainya penting sebab kerap dijumpai pula masyarakat meminjam uang namun dana tersebut justru digunakan untuk kegiatan konsumtif bukan untuk hal yang produktif.

"PKK bersama OJK saya kira perlu mensosialisasikan ini kepada para ibu.
Sebab yang memegang keuangan keluarga itu adalah para ibu," pungkasnya.
(N-2)

BERITA TERKAIT