19 April 2022, 20:24 WIB

Sungai Citarum Tercemar Limbah Industri, Padi di Padalarang Rusak


Depi Gunawan | Nusantara

MI/Depi Gunawan
 MI/Depi Gunawan
Warga menunjukan limbah yang menyembur di sekitar Sungai Citarum, Kampung Cibingbin, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang

WARGA Kampung Cibingbin, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, mengeluhkan pencemaran Sungai Citarum yang mengeluarkan aroma bau busuk dan berbusa.

Pencemaran yang diduga berasal dari limbah industri itu menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak bahkan gagal panen. Warga sudah melaporkan kasus itu kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat namun belum direspon.

"Dampak pencemaran limbah menyebabkan tanaman padi jadi busuk, pastinya gagal panen. Paling yang bisa dipanen hanya sedikit," kata seorang petani, Herman, Selasa (19/4).

Limbah berwarna putih menyembur ke permukaan bercampur dengan air irigasi yang kemudian dimanfaatkan untuk membantu mengairi lahan persawahan tanaman padi, biasanya limbah dibuang pada pagi hari.

"Kondisi ini tentu saja mengancam pertumbuhan padi yang sudah ditanam lantaran air irigasinya tercemar limbah pabrik," ucapnya.

Baca juga:  Benih Unggul serta Pupuk Disebut Bisa Dongkrak Produktivitas Padi dan Jagung

Herman mengaku, sebagian petani lainnya sudah mengganti tanaman padi dengan jagung agar kerugian yang ditanggung tidak terlalu besar, tapi hasilnya tetap sama lantaran kualitas air irigasi sudah tercemar berat.

"Kirain dengan mengganti tamanan jadi jagung bakal tertolong, minimal balik modal, ternyata sudah tidak. Lahannya sudah tercemar parah," ujarnya.

Dadan, petani ikan, mengeluhkan kondisi yang sama. Ia sulit sekali mendapatkan banyak tangkapan ikan karena keracunan limbah industri yang dibuang ke sungai.

"Banyak ikan mati, ikan sapu-sapu saja yang biasanya kuat terhadap limbah juga enggak tahan sampai mati. Dengan kondisi itu memang sudah sangat membahayakan lingkungan dan mahluk hidup," tuturnya.

Dia berharap segera ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi pencemaran limbah di wilayahnya karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari Sungai Citarum.

"Kalau begini warga enggak dapat penghasilan apa-apa, malah rugi terus karena masalah limbah dari industri ini," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT