18 April 2022, 10:55 WIB

Setop Menunggak, Bayar BPJS di Badung bisa Dengan Mengumpulkan Sampah


Arnoldus Dhae | Nusantara

MI/Arnoldus Dhae
 MI/Arnoldus Dhae
Salah seorang warga datang ke Klinik Bhakti Rahayu membawa sampah untuk ditukar jadi iuran BPJS

PANDEMI covid-19 membuat ekonomi di Bali yang selama ini mengandalkan pariwisata sangat terganggu, terutama bagi masyarakat yang bekerja di sektor tersebut. Untuk membantu masalah ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat tekanan pandemi, Gerakan Faskes (GERFAS) Badung bersinergi dengan Faskes Provider JKN se-Kab Badung, Bali Waste Cycle (BWC) dan BPJS Kesehatan Kabupaten Badung membuat program Zero Tunggakan JKN Badung melalui sampah.

Kepala BPJS Kabupaten Badung Ni Putu Mirah Lydiawati menjelaskan sampah yang layak daur ulang setiap bulan ketiga dikumpulkan pada titik kumpul terdekat.

"Untuk Badung Selatan titik kumpulnya di Omsa Klinik Jimbaran, Badung Tengah ke Klinik Bhati Rahayu Dalung, dan Badung Utara ke Klinik Sidhi Sai Abiansemal. Tujuan dari program tersebut adalah untuk membantu melunasi tunggakan JKN masyarakat Badung yang tak mampu," kata Ni Putu Mirah Lydiawati saat dikonfirmasi, Senin (18/4).

Hingga saat ini, jumlah warga yang intens membayar BPJS hanya dengan sampah semakin meningkat. Untuk yang ada di wilayah Kuta Selatan saja jumlahnya sudah mencapai sekitar 200 lebih. Belum yang ada di Badung Tengah dan Badung Utara.

Baca juga: Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Denpasar Terus Disosialisasikan

Ia mengatakan, sampah bila tidak dikelola akan jadi masalah, namun jika dimanage dengan baik tentu akan menjadi solusi.

"Salah satunya adalah bisa untuk melunasi tunggakan JKN, terutama di Kabupaten Badung," ujarnya.

Dikatakan, sampah-sampah yang terkumpul nantinya akan diangkut dan ditimbang oleh Bali Waste Cycle (BWC), Solusi Sampah Bali dan kemudian hasilnya bisa untuk membayar tunggakan JKN masyarakat.

"Targetnya adalah tercapainya zero tunggakan JKN di Badung," ucapnya.

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kabupaten Badung mengumpulkan sampah layak daur ulang setiap bulan. Ada tiga klinik titik kumpul terdekat yakni Badung Selatan di Omsa Klinik Jimbaran, Badung Tengah di Klinik Bhakti Rahayu Dalung dan Badung Utara di Klinik Sidhi Sai Abiansemal

"Bersama kita pasti bisa. Dengan gotong royong semua tertolong," imbuhnya.

Ia menjelaskan, sampah yang terkumpul diangkut oleh BWC kemudian ditimbang dan diberikan rupiah.

"Nah hasil dari rupiah itu akan digunakan untuk melunasi tunggakan JKN masyarakat yang tak mampu. Tujuannya hingga tercapai zero tunggakan JKN Badung," tukasnya.

Kepala Ombudsman RI Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab menyambut baik sinergi antara berbagai pihak untuk membantu nasyarakat kecil yang terdampak pandemi covid019, khususnya sinergi antara GERFas Badung, PKFI Badung, Faskes Provider JKN se-Badung, BWC, dan BPJS Kesehatan Badung untuk membuat program zero tunggakan melalui sampah.

Bagi Ombudsman, program ini memperlihatkan kepedulian lembaga-lembaga itu pada masyarakat kecil sekaligus menunjukkan komitmen mereka untuk mengatasi sampah.

"Kami menyambut baik program ini. Harapan kami, program ini bisa membantu yang lemah dan bisa mengatasi sampah," tutur Umar yang dihubungi lewat ponsel di Denpasar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) yang juga founder BWC Putu Ivan Yunatana menyambut baik program Faskes Badung inisiatif BPJS Badung ini.

"Ini Terobosan yang kreatif dan sangat bagus, progam ini diinisiasi BPJS Badung. Karena melalui program tersebut selain dapat membantu penanganan lingkungan karena sampah dapat terkelola dengan baik, juga ikut berkontribusi membantu menyukseskan progam pemerintah, masyarakat ikut dalam progam JKN tanpa memberatkan anggaran APBD bilamana kegiatan ini dapat dilakukan dengan masif," kata Ivan.

BWC sebagai salah satu perusahaan pelaku daur ulang dengan motto solusi sampah Bali dan mitra BPJS dalam ekseksusinya di lapangan siap mendukung kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

"Kami selalu siap support, sepanjang untuk menjaga kebersihan, keasrian dan kelestarian lingkungan di Pulau Bali," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT