12 April 2022, 21:31 WIB

Satu Rumah di Lembang Jebol akibat Longsor, Tujuh Lain Terancam


Depi Gunawan | Nusantara

MI/Depi Gunawan.
 MI/Depi Gunawan.
Warga memeriksa tebing longsor di Kampung Sukanagara, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Selasa (12/4).

SATU rumah warga di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, rusak akibat dihantam material longsor. Peristiwa pada Senin (11/4) sekitar pukul 15.30 WIB tersebut menimpa rumah Iip, 55, warga RT 09 RW 04 Kampung Sukanagara, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang.

Tembok rumah mengalami jebol di bagian kamar setelah terjadi longsor tebing yang dipicu hujan deras. Meterial tanah juga merusak alat-alat rumah tangga seperti kasur dan perabotan dapur.

Khawatir bakal terjadi bencana longsor susulan lantaran curah hujan masih tinggi. Sebagian anggota keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga.

"Kejadiannya sore kemarin saat hujan lebat. Tembok kamar tiba-tiba jebol lalu material tanah masuk rumah. Malamnya kami mengungsi," kata Yadi, 30, anak pemilik rumah, Selasa (12/4).

Meski tak ada korban jiwa, warga masih dilanda rasa takut. Pasalnya dinding dapur dikhawatirkan kembali jebol sebab tebingnya juga sudah mengalami longsor.

"Temboknya sudah mengembung. Untung masih ketahan beton. Kalau tidak kuat, ya bisa-bisa kejadian seperti kemarin. Sekarang kami eksta waspada saja," ujarnya.

Selain rumah Iip, sedikitnya tujuh rumah lain di RT 09 RW 04 Kampung Sukanagara, Desa Pagerwangi, juga rawan karena bangunannya sudah mengalami retak. Dengan kondisi tanah yang labil, terlebih jika terus menerus diguyur hujan, ini berisiko terhadap sejumlah rumah tersebut.

Sekretaris Desa Pagerwangi Atang Suherlan menyatakan, pihaknya akan segera melakukan antisipasi agar tidak semakin parah. "Secepatnya, rencananya besok langsung eksekusi untuk mencegah potensi longsor susulan," ungkapnya.

Baca juga: Polda Jambi Gulung Kawanan Pebisnis Emas Ilegal

Atang menerangkan, Desa Pagerwangi sangat rawan bencana terutama longsor karena wilayahnya berada di kawasan perbukitan dengan kemiringan yang cukup curam. "Wilayah kami potensi bencananya tinggi sehingga sejak ada dana desa kami memprioritaskan hampir tiap tahun untuk membangun tembok penahan tanah (TPT). Salah satunya di kampung ini," bebernya. (OL-14)

BERITA TERKAIT