12 April 2022, 16:07 WIB

Pastikan Stok Aman, Kementan Kawal dan Pantau Ketersediaan di Kalteng


Mediaindonesia.com | Nusantara

Antara/Makna Zaezar.
 Antara/Makna Zaezar.
Pedagang menyiapkan makanan gorengan pada lapak dagangannya di Jalan Sisingamangaraja, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (2/4/2022). 

DALAM rangka menjamin ketersediaan bahan pangan pokok selama Ramadan dan menjelang lebaran, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah di seluruh provinsi melakukan pengawalan dan monitoring ketersediaan pangan dan harga 12 bahan pokok. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membagi habis pejabat yang ada di Kementan untuk ikut mengawal ketersediaan pangan dan harga bahan pokok, terutama pada saat Ramadan hingga lebaran.

Direktur Perbenihan Hortikutura Inti Pertiwi Nashwari sesuai SK Menteri Pertanian Nomor 251/KPTS/OT.050/M/3/2022 mendapatkan tugas pengawalan ketersediaan pangan pokok di Provinsi Kalimantan Tengah. Dua belas bahan pokok yang menjadi prioritas dalam pengawalan dan monitoring tersebut yaitu beras, jagung, kedelai, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, dan gula pasir. Data ketersediaan dan harga yang diperoleh dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah secara rutin dilaporkan setiap Jumat melalui Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (9/4) dan Minggu (10/4) oleh Tim Direktorat Perbenihan Hortikultura kepada pelaku pasar termasuk pedagang besar, distributor eceran, dan gudang Bulog di Ramadan hingga memasuki hari ke-8 didapati kondisi ketersediaan dan stok pangan di Pasar Kahayan dan Pasar Besar Palangkaraya yang ada di Kota Palangkaraya serta Pasar Rakyat Handep Hapakat di Kabupaten Pulang Pisau cenderung aman dan diharapkan kondisi seperti ini terus berlangsung hingga lebaran. Selama Ramadhan ini belum terjadi kenaikan pembelian yang berarti sehingga harga belum mengalami kenaikan yang signifikan.
Menurut sejumlah pedagang dan distributor yang ditemui mereka mengatakan bahwa untuk Ramadan kali ini pasokan bahan pangan pokok masih lancar dan tidak ada kelangkaan. Untuk kenaikan harga juga masih tergolong wajar. Sejumlah pedagang dan distributor yang ditemui oleh Tim Direktorat Perbenihan Hortikultura optimistis menyatakan bahwa selama Ramadan sampai nanti menjelang lebaran pasokan untuk bahan pangan pokok akan tetap aman karena pasokan dilakukan secara rutin yang waktunya tergantung jenis komoditas. Sedangkan untuk harga, menurut sebagian pembeli yang berhasil diwawancarai mengatakan bahwa kenaikan harga tidak terlalu menjadi masalah asalkan ada barangnya.

Ketersediaan yang cukup juga ditunjukkan dengan berlimpahnya stok bahan pangan pokok dalam gudang distributor maupun di pedagang. Meskipun Kalimantan Tengah bukan merupakan provinsi sentra produksi komoditas pangan utama, tetapi ketersediaan dan stok bisa dikatakan aman karena bahan-bahan pokok di pasok secara rutin dari luar provinsi. Pasokan komoditas hortikultura cabai dan bawang merah untuk Kota Palangkaraya dan kabupaten lain berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Ketersediaan bawang putih juga dalam kondisi aman.

Ketersediaan komoditas pangan utama yang berasal dari pabrikan seperti gula pasir dan minyak goreng relatif aman karena di Kalimantan Tengah terdapat tiga pabrik minyak goreng yaitu PT Sinar Alam Permai (Wilmar Internasional) dan PT Citra Borneo Indah (CBI Group) di Kotawaringin Barat serta PT Sukajadi Sawit Mekar (Musimas Grup) di Kotawaringin Timur yang siap memasok minyak goreng ke seluruh provinsi. Sedangkan untuk gula pasir, pasokan berasal dari Pulau Jawa yang stoknya sebagian besar disimpan di gudang distributor di Kota Banjarmasin.

Beras yang ada di pasar sebagian merupakan produksi dari kabupaten di Kalimantan Tengah, tetapi banyak juga pasokannya berasal dari Kalimantan Selatan. Pasokan daging sapi segar berasal dari hasil penyembelihan sapi di Rumah Pemotongan Hewan. Sapi hidup didatangkan dari Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi melalui Pelabuhan Bahaur Kabupaten Pulang Pisau. Untuk ketersediaan daging ayam dan telur, dicukupi dari produksi lokal dan terdapat pasokan juga dari Kalimantan Selatan.

Sedangkan untuk komoditas kedelai, meskipun tidak ada produksi di Provinsi Kalimantan Tengah, kebutuhan perajin tahu dan tempe dapat dipenuhi oleh pasokan kedelai dari Pulau Jawa. Pendistribusian kedelai dilakukan dengan cara memasok ke distributor di masing-masing kabupaten dan kota. Selanjutnya ini langsung didistribusikan lagi kepada perajin tahu dan tempe setempat. Selama jalur distribusi tidak terganggu dengan banjir dan ombak besar di laut, komoditas akan tersedia secara kontinu sehingga stok akan selalu aman. Stok bahan pangan pokok yang ada di kota dan kabupaten Kalimantan Selatan hanya untuk memenuhi kebutuhan wilayah karena pendistribusian dari luar provinsi dilakukan langsung ke masing-masing wilayah.

Inti Pertiwi Nashwari selaku penanggung jawab (PJ) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan monitoring langsung ke pasar Besar Palangkaraya pada Senin (11/4). Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman. "Pagi ini kami di pasar mengecek ketersediaan bahan pangan pokok. Semua dalam kondisi yang aman. Aman dalam arti ketersediaan tidak bermasalah dan pasokan lancar serta stok masih ada. Saya bisa memastikan bahwa ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah khususnya Palangkaraya masih baik dan insyaallah sampai lebaran. Tadi saya tanya pedagang semua menyatakan bahwa kondisi baik, kondisi aman. Kemungkinan tidak akan ada gejolak berarti selama distribusinya lancar kecuali ada gangguan distribusi, banjir, atau misalnya kapal terlambat berangkat. Jika tidak terjadi hal itu semua dipastikan stok aman," ungkap Inti saat ikut menghadiri pembukaan Gelar Pangan Murah Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) Berkah di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca juga: Tujuh Kios Terbakar di Pasar Tradisional Sipahutar
 
Hal itu juga dikuatkan oleh pernyataan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nuryakin saat menghadiri acara tersebut. "Pertama, pada prinsipnya Kalteng aman. Kedua, kami ini dipantau bahkan ini tim dari kementerian turun memastikan, memang betul hijau. Namun yang lebih penting, sebenarnya jalur distribusi. Ini bisa saja trouble. Darat laut akan kami pastikan. Ini karena kebijakan pemerintah untuk transportasi ketersediaan pangan itu bersifat wajib, tidak ada istilah siapa yang bisa menahan." (RO/OL-14)
BERITA TERKAIT