11 April 2022, 17:06 WIB

Polisi Tangkap Pelajar yang Tewaskan Anak Anggota DPRD Kebumen


Agus Utantoro | Nusantara

DOK MI.
 DOK MI.
Ilustrasi.

LIMA remaja ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya DDA, pelajar salah satu SMA swasta di Yogyakarta, warga Gombong, Kebumen Jawa Tengah, pekan lalu. Penangkapan dilakukan oleh Tim Gabungan Polda DIY, Polresta Yogyakarta, dan Polres Bantul, Sabtu (9/4).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin (11/4), mengatakan, kelima remaja laki-laki yang ditangkap itu adalah RS alias B, 18, pelajar salah satu SMK swasta, warga Mrgangsan, Kota Yogyakarta, FA alias C, 18, pelajar, warga Sewon, Bantul, AM alias G, 19 tahun 11 bulan, mahasiswa, warga Depok, Sleman, MM alias F, 20, pengangguran, warga Sewon, Bantul, DHA alias B, 20, pelajar, warga Banguntapan, Bantul, dan RS, 18, pelajar warga Mergangsan, Yogyakarta.

"RS inilah eksekutor yang mengayunkan gir yang diberi tali dan menewaskan korban, DDA," kata Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin (11/4). Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti termasuk gir yang diberi tali.

Dari pemeriksaan awal, katanya, polisi mendapati keterangan bahwa kelima orang yang ditangkap ini telah menyusun skenario untuk menghindari jeratan hukum. "Mereka menyusun skenario. Pada malam kejadian itu mereka masing-masing di mana dengan saksi siapa," katanya. 

Dalam skenario tersebut, kelimanya berada di tempat terpisah dan tidak berada di dekat TKP. Kelimanya pula, katanya, berusaha menghilangkan barang bukti. "Namun kami berhasil mencegahnya dan membawa sebagai barang bukti yang utuh," katanya.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan hal tersebut merupakan rangkaian dari kejadian sebelumnya. Kronologinya, ujarnya, Minggu (3/4), kurang lebih pukul 22.00 WIB rombongan korban berkumpul di Rejowinangun Kotagede Yogyakarta. Mereka kemudian menuju warung kopi dekat Tugu Jogja (di depan hotel 101), Jalan Mangkubumi, Yogyakarta, dan nongkrong sampai pukul 00.00. Lantas mereka menuju Alkid (Alun-Alun Kidul). "Di sana mereka bermain balapan lari kurang lebih sampai dengan pukul 01.00 kemudian meninggalkan Alkid menuju Jalan Parangtritis," katanya.

Sesaat sebelum rombongan korban melintas di Perempatan Druwo, kurang lebih pukul 02.00, jelasnya, di Perempatan Druwo Ringroad selatan terjadi tarung sarung antara geng Mor melawan geng Vos. "Ini berhasil dibubarkan polisi dari Polres Bantul," katanya. Sebagian pelaku tarung sarung (dua sepeda motor Yamaha Nmax warna abu-abu berboncengan tiga dan Honda Vario warna hitam berboncengan dua pelaku TKP Kotagede) pergi ke arah timur di Ringroad jalur lambat.

Tidak lama kemudian, ujar Ade, rombongan korban melintas mendahului rombongan pelaku di jalur cepat dengan kecepatan tinggi sambil menggeber-geber sepeda motor. Kedua rombongan saling mengejek dengan cara melambaikan tangan dan berkata, "Ayo rene, rene."

Rombongan korban kemudian belok kiri/utara di Jalan Imogiri Barat dan salip-salipan dengan rombongan pelaku sambil saling mengancam, mengejek, dan merasa diikuti oleh dua sepeda motor pelaku. Rombongan korban kemudian belok kanan di Perempatan Tungkak, lalu belok kiri menuju Jalan Gedongkuning, Kotagede. Merasa sudah tidak ada yang mengikuti kemudian rombongan korban berhenti di Warmindo Barakuda. Ketika rombongan masih di atas sepeda motor  dan satu orang turun untuk pesan makanan, tiba-tiba melintas dari selatan-utara sepeda motor Nmax berbonceng tiga sambil berbicara, "Ayo rene rene," dan mengumpat dengan kata-kata kotor ke arah rombongan korban.

Seketika itu rombongan korban mengejar rombongan pelaku. Sesampainya di TKP rombongan pelaku menunggu rombongan korban dan mengayunkan gir yang ditali dengan tali beladiri warna kuning dan mengenai kepala korban hingga korban tidak sadarkan diri dan kemudian jatuh ke sisi kanan jalan di depan Kelurahan Banguntapan kurang lebih 140 meter dari tempat korban kena hantaman gir.

Baca juga: Gubernur dan Ketua DPRD Terima Tuntutan Ribuan Mahasiswa Sumsel

Korban kemudian dibawa dengan mobil patroli Sabhara ke Rumah Sakit Dr. Hardjolukito dalam keadaan tidak sadarkan diri tetapi masih bernafas dan mendapatkan pertolongan medis. Sekira pukul 09.30, korban meninggal dunia. (OL-14)

BERITA TERKAIT