10 April 2022, 21:59 WIB

DMI Sulteng Gandeng PMI Gelar Donor Darah Selama Ramadan


M. Taufan SP Bustan | Nusantara

Dok. PW DMI Sulteng
 Dok. PW DMI Sulteng
Warga yang telah melakukan donor darah berfoto bersama 

PIMPINAN Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan donor darah selama ramadan.

Sekretaris PW DMI Sulteng, Muchtar Ibnu Masud mengatakan, donor darah yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian DMI terhadap masalah-masalah sosial yang dihadapi umat, salah satunya mengenai pemenuhan kebutuhan darah.

“Donor darah itu kami pusatkan di Sekretariat PW DMI Sulteng, di Jalan Balai Kota Utara, Palu,” terangnya kepada Media Indonesia, Minggu (10/4). 

Menurut Muchtar, masyarakat yang menjalani perawatan medis di rumah sakit membutuhkan darah, oleh karena itu DMI mencoba membantu masyarakat dengan menggelar donor darah selama bulan ramadan ini.

“Donor darah dimulai setelah salat tarawih setiap hari dan berlangsung selama ramadan,” tegasnya.

Berdasarkan data PW DMI Sulteng hingga saat ini terdapat 70 kantong darah pelbagai golongan telah terkumpul dan sudah diproses lebih lanjut oleh pihak PMI Sulteng.

"Kami bersyukur karena program ini mendapat respons yang baik dari masyarakat, dibuktikan dengan antusias masyarakat mengikuti donor darah ini," ungkap Muchtar. 

Baca juga : BIN Targetkan 75.000 Dosis Vaksin Selama Ramadan di Babel

Dalam kegiatan ini, setiap warga yang sudah mendonorkan darahnya diberikan sembako untuk pemenuhan kebutuhan pangan selama ramadan. 

“Sembako itu disediakan langsung dari Ketum PW DMI Sulteng Ahmad M Ali," imbuh Muchtar.

Sementara itu, Pengurus PMI Sulteng, Harris Abdullah menambahkan, bahwa kerja sama PMI dengan DMI merupakan satu terobosan baru untuk membantu masyarakat Sulteng.

"Karena di bulan ramadan, PMI sulit mendapatkan stok darah pelbagai golongan. Maka, kerja sama ini sangat memudahkan PMI untuk mendapatkan stok darah demi memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya. 

Harris menyebutkan, sebagian masyarakat yang menjalani perawatan medis di rumah sakit di Sulteng, sangat membutuhkan darah. 

Untuk memenuhi kebutuhan itu, dibutuhkan kerja sama dan inovasi yang bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat.

“Oleh karena itu kerja sama dalam bentuk bakti sosial untuk pemenuhan stok darah sangat penting dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak susah mencari darah,” tandasnya. (OL-7) 

BERITA TERKAIT