09 April 2022, 19:25 WIB

Airlangga Hartarto: Pemerintah Kendalikan Covid-19 Dengan Pendekatan Humanistik


Yose Hendra | Nusantara

Dok
 Dok
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  saat menghadiri pengukuhan Profesor Fahmi Idris di Universitas Negeri Padang

PEMBANGUNAN berbasis kemanusiaan secara nyata telah dijalankan Pemerintah dalam setiap upaya pengambilan kebijakan publik. Dalam upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah terus menggunakan strategi yang mengutamakan keseimbangan antara kehidupan dan penghidupan yang tercermin melalui kebijakan 'gas dan rem'.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa esensi dalam penanganan pandemi Covid-19 adalah manusia itu sendiri. "Dua hal yaitu kehidupan dan penghidupan manusia inilah yang diseimbangkan Pemerintah, dan tentu pendekatannya adalah humanistik, yaitu bagaimana nilai-nilai kemanusiaan itu menjadi tertinggi di dalam kebijakan publik," kata Menko Airlangga dalam kunjungannya ke Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (9/4).

Terkait dengan tantangan global akibat kondisi geopolitik Rusia dan Ukraina, Pemerintah telah mengantisipasi dampak dari kenaikan harga komoditas global terutama komoditas pangan dan energi melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dengan mempertebal
bantuan sosial.

Tidak hanya itu, agar masyarakat sejahtera dan bisa lepas dari kemiskinan ekstrem, Pemerintah juga telah memiliki roadmap yang menargetkan angka kemiskinan ekstrem bisa mendekati 0 di tahun 2024.

"Pemerintah terus mendorong dan mempertebal perlindungan masyarakat, yaitu perlindungan kepada manusianya dalam bentuk perlindungan sosial dan bansos," jelas Menko Airlangga.

Kunjungan Menko Airlangga ke kota Padang untuk menghadiri pengangkatan dan pengukuhan Profesor Kehormatan Universitas Negeri Padang, Dr Fahmi Idris, SE MH, dalam Bidang Ilmu Sumber Daya Manusia.

Penelitian Prof Fahmi terkait dengan perkembangan humanistik manajemen model dalam organisasi bisnis untuk meraih kesuksesan dengan memanusiakan manusia.

"Memang tujuan utama dari berbagai program Pemerintah adalah memanusiakan manusia, yang terkait dengan martabat, harga diri, dan juga kebanggan sebagai seorang manusia. Oleh karena itu, program yang disampaikan Prof. Fahmi ini sangat relevan, karena saat ini kita
menghadapi perubahan yang luar biasa," kata Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa Pemerintah juga telah memiliki Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diharapkan bisa membantu pendanaan yang produktif bagi dunia pendidikan.

Selain itu, dengan berkolaborasi dengan pihak swasta, Pemerintah juga menyediakan insentif fiskal berupa Super Deduction Tax hingga 300% untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.

baca juga: Airlangga Minta Manfaatkan Teknologi Digital untuk Ekosistem Pasar Tradisional

Usai mengikuti acara pengukuhan Menko Airlangga menyapa para mahasiswa Universitas Negeri Padang dan menyempatkan waktunya untuk berdialog singkat serta meladeni mahasiswa yang meminta tanda tangan pada buku Pembiayaan UMKM yang ditulisnya.

"Pak Menko, kalau di Padang suka kuliner apa?" tanya salah satu mahasiswi dengan antusias.

Menko Airlangga dengan ramah menjawab bahwa rendang merupakan kuliner favoritnya di Kota Padang. Turut hadir pada acara pengukuhan tersebut, Anggota DPR RI, Gubernur Sumatra Barat, Rektor beserta jajaran civitas akademika Universitas Negeri Padang. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT