09 April 2022, 11:00 WIB

Mahasiswa Akper Elisabeth Lela Blusukan Berantas DBD


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Moat
 MI/Moat
Mahasiswa dari akademi keperawatan (Akper) Elisabeth Lela Maumere menjadi petugas Jumantik untuk menekan DDB di Kabupaten Sikka, Sabtu (9/4)

SEKITAR 76 mahasiswa dari akademi keperawatan (Akper) Elisabeth Lela Maumere mendatangi rumah-rumah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dengan mengenakan pakaian kampus dan membawa beberapa peralatan, mereka menjadi petugas Jumantik (juru pemantau jentik) selama dua hari, dari tanggal 8-9 April 2022.

Para mahasiswa ini mulai melakukan aktivitasnya di rumah-rumah penduduk untuk memeriksa ada tidaknya jentik nyamuk. Di tengah aktivitasnya, para mahasiswa ini juga memberikan berbagai saran kepada para penghuni rumah agar senantiasa menjaga kebersihan. Termasuk untuk tidak
membiarkan adanya genangan air di rumah mereka.

Pemeriksaan ini pun dilakukan satu per satu mulai dari kamar mandi, tempat-tempat penampungan air serta beberapa tempat  yang biasanya berisi air dan tempat bersarangnya jentik-jentik nyamuk.  Maklum saja, sejauh ini penyebaran nyamuk demam berdarah di Kabupaten Sikka terbilang cukup tinggi dan telah banyak menelan korban jiwa.

Kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini sebagai bentuk dukungan mahasiswa Akper Elisabeth Lela Maumere kepada pemerintah dalam hal pemberantasan sarang nyamuk sehingga bisa menekan kasus DBD di Kabupaten Sikka ini.

Anton salah satu koordinator malaria mengatakan selama dua hari ini, ada sekitar 76 mahasiswa dari Akper Elisabeth Lela Maumere digerakkan untuk menjadi petugas Jumantik dengan melakukan pemantauan jentik nyamuk di setiap rumah-rumah penduduk yang ada di dua wilayah Kecamatan di Kabupaten Sikka yakni Kecamatan Alok Timur dan Alok.

"Para mahasiswa ini langsung turun ke rumah-rumah penduduk sebagai petugas jumantik. Mereka juga kita minta untuk edukasi warga tentang pemberantasan sarang nyamuk," ujar dia kepada mediaindonesia.com, Sabtu (9/4).

Anton pun mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswa Akper Elisabeth Lela Maumere yang turut mendukung dan terlibat langsung dalam pemberantasan sarang nyamuk yang ada di Kabupaten Sikka. "Saya bangga dan senang sekali. Mereka sudah mendukung pemerintah," pungkas Anton, dari yayasan Yaspem ini.

Sementara itu, Direktur Akper Santa Elisabeth Lela Maumere, Maria K.Ringgi Kuwa berharap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswanya dapat menekan kejadian kasus DBD di Kabupaten Sikka.

"Semoga kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswanya dapat bermanfaat sebagai salah satu langkah preventif dalam menekan kasus DBD. Saya juga berharap kegiatan ini tidak putus sampai hari ini saja, tetapi terus dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Maria. (OL-13)

baca juga: Jaga Habitat Gajah Sumatera, Dorong Penyediaan Koridor Gajah di Padang Sugihan OKI

 

BERITA TERKAIT