08 April 2022, 19:59 WIB

Pulang Kerja Dini Hari, Warga Tasikmalaya Dianiaya Geng Motor


Kristiadi | Nusantara

DOK MI.
 DOK MI.
Ilustrasi.

IRPAN Iskandar, 24, warga Kampung Mancogeh, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa dilarikan ke RSUD dr Soekardjo, Rabu (6/4), pukul 02.30 WIB. Ia dikeroyok hingga dianiaya oleh empat orang anggota geng motor, tepatnya di Jalan Simpang empat Perum Cisalak.

Kapolsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota Komisaris Didik Rohim mengatakan pihaknya membenarkan telah menerima laporan dari seorang korban bernama Irpan Iskandar usai menjalani perawatan di rumah sakit. Korban mengalami luka bengkak pada bagian kepala, bibir bagian atas bawah robek, bagian rahang, telunjuk tangan kanan robek, dan bagian tubuh lain luka memar.

"Ada yang berteriak ke arah korban saat pulang kerja menggunakan sepeda motor dini hari itu. Setelah korban menengok ke arah belakang, empat sepeda motor berhasil menyalipnya," katanya, Jumat (8/4/2022).

Mereka langsung menarik tubuh korban dari sepeda motor hingga terjatuh. Mereka mengeroyoknya dan memukul secara bertubi-tubi menggunakan tangan, kaki, dan helm sampai korban tergetak di jalan. Kekerasan yang dilakukan geng motor sempat terhenti, setelah puluhan warga mengejar para pelaku tetapi mereka berhasil melarikan diri.

"Esoknya korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Indihiang, Polres Tasikmalaya Kota, atas musibah yang dialaminya. Polisi hanya berbekal keterangan dan ciri-ciri pelaku serta langsung bergerak. Anggota berhasil menangkap anggota geng motor di suatu kontrakan di Cipicung, Kelurahan Tuguraja," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya menagkap tiga orang diduga kuat sebagai pelaku. Mereka masih dalam pemeriksaan terutama mengungkap dan mencari teman yang lain, termasuk mengungkap motifnya. Namun, mereka mengaku sebagai anggota geng motor sering kali melakukan kejahatan jalanan secara bersama-sama.

Baca juga: Terima Rumah Layak Huni, Warga Desa Cihaur Semringah

"Pelaku yang ditahan antara lain berinisial YF, 20, RF, 19, dan RM, 18, warga Kota Tasikmalaya. Semua mengakui perbuatan itu selama ini sering dilakukan hanya mencari lawan bukan kawan," paparnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT