08 April 2022, 18:32 WIB

Serangan Hama Belalang di Sumba Timur Semakin Mengganas 


Ignas Kunda | Nusantara

MI/Ignas Kunda
 MI/Ignas Kunda
Warag SUmba Timur menunjukkan hama belalang yang menyerang tanaman warga

SERANGAN hama belalang di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, semakin mengganas hingga menghabiskan lahan pertanian warga. Sejumlah petani mengalami gagal panen. Selain itu serangan hama belalang juga membuat para peternak resah mengingat Sumba menjadi gudang ternak di Nusa Tenggara Timur akibat pakan buat ternak juga mulai ludes dimakan belalang kumbara.   

Heinrich Dengi warga Sumba Timur dari Komunitas Radio MaxFM Waingapu, pengamat belalang kumbara dalam 5 tahun terkahir mengungkapkan, jutaaan hama belalang bahkan telah masuk ke perkampungan warga bahkan memenuhi halaman rumah warga dan menghinggapi dinding rumah warga. 

Data terakhir Pemerintah daerah SUmba Timur pada maret, sekitar 2.772 hektar lahan jagung sudah diserang belalang kumbara dari total lahan jagung di Sumba Timur sebesar 9.803,4 hektar. Tidak hanya lahan jagung, belalang juga menghabisakan lahan padi sebanyak  483.4 hektar total lahan sebesar 9.304,9 hektar. 

“Kalau dibandingan tahun sebelumnya serangan hama belalang tahun ini bahkan lebih besar. Lima tahun sebelumnya serangan hama belalang hanya pada musim kering panjang dengan hujan sekali, namun dalam 2 tahun terakhir serangan bahkan terjadi di musim hujan. Lima tahun lalu serangan hama hanya di Sumba Timur tetapi 2 tahun terakhir sudah 4 kabupaten di Pulau Sumba terserang hama belalang, “ ungkap Heinrich. 

Menurut Heinrich usaha pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan penyemprotan insektisida tidak membuahkan hasil dan belalang tetap hidup serta makin bertambah bahkan banyak. 

MI/Ignas Kunda

 

Serangan belalang ini belum akan berkurang karena sedang dalam fase migratori atau fase dimana belalang ini bergerak secara masif menyerbu dan memakan semua tanaman. 

“Serangan belalang ini sangat menghawatirkan warga pasalnya warga mengalami gagal panen dan ancaman kelaparan mengintai di hari-hari kedepan,” ungkapnya. 

Mengantisipasi serangan, sejumlah yayasan mulai melakukan aksi solidaritas pengumpulan dana dalam membantu warga yang terdampak serangan hama belalang. 

Baca juga : Pemkot Palu Pasang Internet Gratis Di 46 Kantor Kelurahan

Heinrich menjelaskan lewat inisiasi Institut Pertanian Bogor dan dibantu beberapa komunitas yayasan seperti Maxfm Waingapu, GPN, Tani Center, KRKP, dan Masster Sumba, dengan aksi solidariitas buat warga sumba denga gerakan 1 kg beras ditukar dengan 2 kg belalang. 

“Kami meyediakan nomor rekening agar orang bisa berdonasi lewat bank BNI pada nomor rekening 0112180724 atas nama Radio Suara Waingapu Sejahtera dan akan dikonversi menjadi beras sebagai penyelamat juga pemberi energi, serta untuk memulihkan semangat dan mengendalikan hama belalang,” kata Heinrich yang juga jurnalis Radio ini.  

Tidak hanya tanaman pertanian rumput sabana yang menjadi sumber pakan ternak juga diserang belalang kumbara. 

Nofan Dimu, salah satu warga yang mempunyai ternak kuda mengatakan serangan hama belalang ini sudah terjadi sejak Maret. Para peternak kuda di sumba timur resah akibat serangan hama belalang karena rumput sabana yang biasa diperuntukan buat kuda juga mulai dimakan belalang kumbara. 

Mereka berharap hujan segera turun dalam intensitas besar agar sabana bisa menghijau lagi agar ketersediaan pakan buat ternak mereka bisa terpenuhi dalam setahun.  

“Kemarin sore (7/4/2022) saya punya jagung daunnya habis semua dimakan belalang. Tahun ini bisa banyak ternak kuda atau sapi mati banyak karena rumput di padang hanya tinggal batang saja,” keluhnya. 

Kini warga hanya bisa pasrah dan berharap serangan ini bisa berlalu secepatnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT