07 April 2022, 09:15 WIB

BI Tegal Siapkan Rp4,12 T untuk Penukaran Uang Lebaran 1443 H


Supardji Rasban | Nusantara

 MI/Supardji Rasban
  MI/Supardji Rasban
 Kepala KPw BI Tegal, M. Taufiq Amrozi, saat press release Pemenuhan Kebutuhan Uang Rupiah dalam Rangka Hari Raya Idul Fitri 1443 H 2022 di 

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal Jawa, Tengah, mempersiapkan uang Rupiah sebesar Rp4,12 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat menjelang Lebaran 2022.

Jumlah tersebut meningkat 24% ketimbang kebutuhan uang Rupiah tahun lalu yang Rp3,31 triliun. Kebutuhan uang tersebut terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp3,72 triliun, meningkat sebesar 26% dari kebutuhan UPB tahun lalu sebesar Rp2,95 triliun, sedangkan kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) mencapai Rp398 miliar, meningkat 11% dari kebutuhan UPK tahun lalu sebesar Rp 359 miliar.

"Peningkatan kebutuhan uang masyarakat tersebut sejalan dengan optimisme pemulihan ekonomi sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, " ujar Kepala Kpw BI Tegal, M Taufiq Amrozi saat press release Pemenuhan Kebutuhan Uang Rupiah dalam Rangka Hari Raya Idul Fitri 1443 H 2022 di sebuah kafe di Kota Tegal, Rabu (6/4) malam.

Taufiq menyebut pihaknya bekerjasama dengan perbankan membuka 60 titik layanan penukaran uang Rupiah HCS untuk masyarakat di masing-masing kantor cabang bank di wilayah kerja KPw BI Tegal.

"Yang meliputi Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang," terang Taufiq.

Taufiq menjelaskan KPw BI Tegal bersama dengan perbankan juga akan melaksanakan kegiatan penukaran bersama untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat yang akan dilaksanakan di Jl. Pancasila Kota Tegal (di sekiar Alun-alun).

"Kita mengajak masyarakat untuk meningkatkan awareness terhadap Rupiah melalui gerakan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Cinta Rupiah dengan mengenali keaslian uang Rupiah, merawat uang Rupiah, menjaga uang Rupiah dari tindak kejahatan uang palsu serta," paparnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bangga terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan menjadi salah satu simbol kedaulatan NKRI serta sebagai alat pemersatu bangsa.

"Mari kita memahami Rupiah dengan mengerti dan memahami peran serta fungsi Rupiah dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui sikap bijak berbelanja, berhemat dan berinvestasi yang benar," pungkasnya. (OL-113)

Baca Juga: 300-an Guru PAUD hingga SMP di Sikka Berijazah SMP dan SLTA

BERITA TERKAIT