06 April 2022, 18:25 WIB

Guru Agama Hindu Honorer di Denpasar Usul Jadi CPNS dan PPPK


Ruta Suryana | Nusantara

MI/Ruta Suryana
 MI/Ruta Suryana
Perwakilan Asosiasi Profesi Perkumpulan Acharya Hindu Nusantara (Pandu Nusa) Kota Denpasar diterima Wawali Kota Denpasar Kadek Agus Arya.

GURU agama Hindu yang saat ini masih berstatus honerer mengusulkan agar bisa diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal itu disampaikan melalui perwakilan Asosiasi Profesi Perkumpulan Acharya Hindu Nusantara (Pandu Nusa) kepada Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (6/4).

Pada kesempatan itu Wakil Ketua Umum Pandu Nusa, Komang Edi Putra mengharapkan seratusan tenaga guru agama Hindu yang saat ini berstatus sebagai tenaga honorer agar bisa berstatus sebagai CPNS  dan PPPK.

''Kami mengusulkan kepada Pemkot Denpasar terkait formasi CPNS dan PPPK guru Agama agar dapat  direalisasikan untuk mengakomodasi 106 guru agama Hindu yang saat ini masih berstatus honorer di Kota Denpasar,'' harap Edi Putra.

Saat ini ada 106 tenaga guru agama Hindu yang berstatus honorer, seperti honorer sekolah, ada honorer yang dibiayai dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) dan APBD atau Kontrak Daerah. Hal ini dinilai belum  maksimal karena idealnya masing- masing sekolah di Kota Denpasar memiliki dua guru agama Hindu untuk mengajar tiga jam pelajaran yang tersedia.

''Keberadaan guru agama Hindu yang lebih tertata secara kompetensi  untuk mendukung  pendidikan karakter generasi muda sesuai butir butir pada Pancasila khususnya  sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa yang nantinya akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas,'' ujarnya.

Terkait aspirasi tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa yang didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Denpasar, Wayan Sudiana mengatakan akan berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait, untuk mendapatkan solusi terbaik dalam pengangkatan tenaga guru honorer menjadi CPNS dan PPPK.

''Tentunya Pemerintah Kota Denpasar terus memaksimalkan program peningkatan kompetensi baik itu bagi guru, atau pegawai pemerintah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar untuk menciptakan pelayanan masyarakat dan tatanan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan motto Vasudhaiva Kutumbakam,'' kata Arya Wibawa. (RS/OL-10)

BERITA TERKAIT