06 April 2022, 13:49 WIB

Antrean Panjang Pembeli Minyak Goreng masih Terjadi di Cirebon


Nurul Hidayah | Nusantara

Antara/Arif Firmansyah.
 Antara/Arif Firmansyah.
Warga menaruh jeriken saat antre membeli minyak goreng curah di distributor minyak goreng curah, Sindangbarang, Bogor, Selasa (5/4/).

ANTREAN panjang warga pembeli minyak goreng curah masih terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat. Sejumlah pembeli bahkan rela menginap untuk bisa mendapatkan jatah minyak goreng yang sebagian besar akan dijual kembali.

Antrean pembeli minyak goreng terlihat di salah satu agen di kawasan Drajat, Kota Cirebon. Sejumlah pembeli bahkan rela antre dan bermalam di tempat tersebut agar jeriken mereka tidak digeser orang lain. "Saya antre dari jam 10 malam tadi," tutur Yudi, seorang pembeli yang tengah antre. 

Yudi, yang mengaku memiliki kios di Pasar Sumber, sengaja datang ke agen untuk membeli langsung minyak goreng. Namun karena dibatasi Yudi akhirnya mengerahkan anggota keluarganya untuk turut membeli minyak goreng. 

"Kalau cuma saya sendiri ya cuma dapat dua jerigen," tuturnya. Hasilnya, hingga siang ini ia berhasil mendapatkan delapan jeriken minyak goreng curah yang dibeli seharga Rp 15.500 per kilogram.

Yudi mengaku minyak goreng yang dibelinya hari ini merupakan stok atau persediaan untuk dijual di kiosnya. "Namun ini juga cepat habis," tutur Yudi. 

Tingginya harga minyak goreng kemasan membuat banyak orang akhirnya beralih menggunakan minyak goreng curah. Akibatnya, permintaan minyak goreng curah pun meningkat.

Antrean pembeli minyak goreng lain juga terlihat di kawasan Kesambi, Kota Cirebon. Antrean jeriken pembeli terlihat di depan gerbang agen yang tertutup. Pemilik jeriken berteduh di pohon rindang tidak jauh dari jejeran jeriken. 

Baca juga: Pertamina Jamin Pertalite Babel Aman dan Lancar

Diding, seorang pembeli yang juga pedagang di Pasar Jagasatru, pasrah karena harus antre membeli minyak goreng curah di agen atau distributor untuk mencari stok. "Kalau tidak antre ya tidak kebagian minyak goreng curah," tuturnya.

Sedangkan untuk minyak goreng kemasan, lanjut Diding, mereka masih mendapatkan pengiriman. Hanya, pembelinya sekarang menurun. "Sepertinya banyak yang beralih ke minyak curah," tutur Diding. (OL-14)

BERITA TERKAIT