06 April 2022, 13:35 WIB

Langkah Nyata Ayep Zaki Wujudkan Ekosistem Pertanian 


Media Indonesia | Nusantara

Dok pribadi
 Dok pribadi
Kelompok Tani Purwasedar

PERWUJUDKAN ekosistem pertanian harus dilakukan dengan langkah nyata. Kemitraan budi daya kedelai mandiri sudah dimulai dengan sejumlah karya.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara kelompok tani Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat dengan PT Doa Bangsa Agrobisnis menjadi bukti. Selain penandatanganan perjanjian, juga diserahkan sarana produksi pertanian untuk budidaya kedelai mandiri melalui program kemitraan. 

"Ini adalah langkah kongkrit, nyata, dan real dalam mewujudkan ekosistem pertanian di Indonesia. Kerja sama dengan petani ini juga merupakan wujud komitmen dalam menyejahterakan petani," papar Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Kabupaten Sukabumi H Ayep Zaki dalam keterangannya di Sukabumi, Selasa (5/4).

Pendiri Forum Komunikasi Doa Bangsa(FKDB) ini menuturkan penandatanganan perjanjian dilakukan perusahaan binaan FKDB yakni Doa Bangsa Agrobisnis. Selain perjanjian dengan kelompok tani Purwasedar seluas 18,2 hektare (ha), hal serupa juga dilakukan dengan petani di Kecamatan Neglasari, Cibadak, Sukabumi untuk lahan seluas 6,3 ha.

Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu menuturkan, program kemitraan budidaya kedelai mandiri ini harus memberikan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat. Terutama mitra-mitra petani harus untung agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. 

"Program kemitraan dengan petani ini merupakan alat perjuangan untuk menyejahterakan petani. Semua pelakunya harus untung. Terutama petani sebagai pelaku utama harus untung. Bahkan tanah yang ditanaminya pun harus untung, artinya harus lebih subur dari sebelumnya. Karena konsep kemitraan ini semakin lama tanah ini ditanami akan semakin subur," terang Ayep Zaki lagi.

Menurut Ayep, dengan adanya program mandiri otomatis pupuk dan bibit harus berkualitas sehingga hasil produksinya akan berkualitas dan harga terjaga. Maka tak heran, tanah yang ditanami juga akan semakin subur.

"Kemitraan budi daya kedelai ini akan terus saya jalankan kepada seluruh petani di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani Indonesia. Bukan hanya itu, program kemitraan sejatinya juga melatih petani bermental pejuang," ungkap Ayep.

Membangun ekosistem pertanian di Indonesia dengan konsep kemitraan, tambah Ayep, harus terus menerus dilakukan untuk memberdayakan pertanian maupun kelompok-kelompok tani. Jika itu secara kontinyu dilakukan petani akan memiliki daya tahan tubuh yang baik karena sudah terbiasa dengan budi daya secara mandiri. 

Terkiat perjanjian kerja sama dengan petani yang banyak dilakukan di wilayah Sukabumi, Ayep mengatakan karena Sukabumi adalah tanah kelahirannya. Sehingga dirinya sudah sangat mengenal wilayah tersebut termasuk kearifan lokalnya. 
 
"Sukabumi adalah tanah kelahiran saya. Saya ingin melihat Sukabumi sejahtera dan makmur. Oleh karena itu saya terjun langsung untuk membina petani untuk diarahkan menjadi petani mandiri. Artinya biaya mandiri, pupuk yang berkualitas juga secara mandiri, bibit juga sama, termasuk juga harga jual dan produktivitasnya," pungkas Ayep. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT