29 March 2022, 22:55 WIB

Kerja Bareng Pusat dan Daerah Agar Manado-Likupang dan Bangka Belitung Sukses Pikat Wisatawan Royal


Iis Zatnika | Nusantara

Dok Kemenparekraf
 Dok Kemenparekraf
Rapat Koordinasi RIDPN di Jakarta, Selasa (29/3)

Sebanyak 14 kementerian dan lembaga berkolaborasi untuk menyusun Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) atau Integrated Tourism Master Plan (ITMP) untuk wilayah Manado - Likupang dan Bangka Belitung. Kolaborasi pusat dan daerah itu akan berwujud kebijakan anggaran dan program yang akan memprioritaskan kedua wilayah itu baik dalam pembangunan infrastruktur, kesempatan investasi bagi swasta serta rangkaian kebijakan lainnya. Targetnya, Manado- Likupang yang saat ini berstatus Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) serta Bangka Belitung Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) akan meraih kunjungan wisatawan mancanegara, masing-masing sebanyak 10 juta per tahun pada 2045.

“Hari ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), didukung Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Koordinasi agar secepatnya RIDPN ini ditetapkan menjadi Peraturan Presiden,” kata Menparekraf Sandiaga Uno di Jakarta, Selasa (29/3).

Sandiaga menegaskan, berbagai dukungan, termasuk pembangunan infrastruktur ditargetkan akan menumbuhkan industri wisata berkulitas yang menyasar wisatawan asing high spender yang akan mendatangkan pemasukan lebih tinggi. Sehingga, industri wisata sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang juga ramah lingkungan. “Seperti yang juga kami tetapkan sebagai DPSP, maka dia dua wilayah ini ditargetkan aka nada lima hotel bintang lima dan lima lapangan golf,” ujar Sandiaga.

Sandiaga menekankan, guna mengoptimalisasikan potensi destinasi, harus tersedia aksesibilitas yang memadai, amenitas yang memenuhi standar, atraksi yang menarik, serta fasilitas layanan pariwisata lainnya yang memerlukan dukungan investasi.

Deputi Bidang Pemasaran Nia Niscaya menyatakan RIDPN nantinya akan memetakan potensi-potensi yang membutuhkan investasi sehingga lebih mudah untuk ditawarkan kepada investor, lengkap dengan strategi ekonomi biru, hijau, dan sirkular. RIDPN akan mempercepat laju pembangunan di kedua wilayah, serta menjadi pedoman bagi pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah pusat, daerah, swasta, akademisi, hingga seluruh masyarakat.

Nia menekankan, realiasasi RIDPN akan berdampak pada laju investasi, serapan tenaga kerja serta tentunya pendapatan negara dan daerah. Bappenas sebagai leading sector juga akan didukung Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

“Kini tak lagi bisa mengandalkan keunikan, keunggulan komparatif, kompetitif, namun juga harus selalu ada yang baru atau transient. Kami ingin meningkatkan pengeluaran wisatawan mancanegara agar mencapai diatas US$1.100 per kunjungan untuk mencapai status high spender,” ujar Nia tetang upaya menyasar turis berduit, termasuk dari China yang selama ini lebih banyak mengirim turis massal ke Manado-Likupang  . (X-16)

 

BERITA TERKAIT