19 March 2022, 19:45 WIB

1.256 UMKM DIfasilitasi Pemerintah Pamerkan Produk di Sekitar Gelaran GP mandalika 


Despian Nurhidayat | Nusantara

Antara/Ahmad Subaidi
 Antara/Ahmad Subaidi
Pelaku UMKM memamerkan produknya di sekitar gelaran GP mandalika

AJANG MotoGP Mandalika 2022 menjadi sebuah keberkahan tersendiri bagi 1.256 UMKM Indonesia. Pasalnya, ajang balapan internasional ini menjadi tempat bagi para pelaku UMKM tersebut untuk memamerkan keunikan dan kualitas produk yang mereka miliki. 

1.256 UMKM tersebut juga merupakan UMKM yang difasiltasi oleh Kemenkop UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya sudah menetapkan strategi untuk para pelaku UMKM yang akan memamerkan produknya. Belajar dari pengalaman di ajang World Superbike Championship (WSBK) pada 19-21 November 2021 lalu, Kemenkop UKM telah mengkurasi para pelaku UMKM yang berkaitan erat dengan otomotif bagi yang non kuliner. 

"Kalau kita lihat data market MotoGP Sepang, Malaysia itu 80% laki laki dan umurnya 35 tahun. Kebanyakan yang dibeli oleh mereka yang terkait MotoGP misalnya merchandise, aksesoris, kaus dan lainnya. Itu yang kita hadirkan. Soalnya kalau enggak sesuai itu kayak WSBK kemarin, enggak laku. Kasihan UMKM nya kan," ungkapnya saat mengunjungi para pelaku UMKM di Pertamina Mandika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/3). 

Lebih lanjut, Teten menambahkan, untuk UMKM kuliner, pihaknya lebih mengutamakan kuliner lokal yang berasal dari NTB guna memperkenalkan makanan khas lokal kepada para pengunjung. 

Menurutnya, potensi perputaran uang yang bisa didapatkan oleh pelaku UMKM kuliner dari ajang MotoGP ini mencapai lebih dari Rp100 miliar. Maka dari itu, dia menegaskan, ajang MotoGP harus betul-betul dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM. 

"Jadi ajang MotoGP ini harus dimanfaatkan betul oleh UMKM lokal untuk menjadi ajang promosi, supaya bisa dikenal di dunia sekaligus ajang penjualan untuk naikkan omzet. Tapi ke depan UMKM juga harus menunjukan produk yang diminati oleh pengunjung MotoGP ya. Jangan jual keripik paru atau keripik bayam, itu enggak bakal ada yang beli," kata Teten. 

Teten merasa bahwa ajang MotoGP Mandalika ini juga sekaligus menjadi tempat untuk membaca pasar bagi para pelaku UMKM. Dengan perhelatan pertama ini, menurutnya pelaku UMKM dapat mengetahui apa saja yang diminati oleh para pengunjung dan mempelajari market dari ajang internasional tersebut. 

Dia pun menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi para pelaku UMKM untuk memperbaiki kualitas produk demi menatap ajang balapan tahunan ini. 

"Kita akan terus melakukan kurasi dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk pelaku UMKM ini supaya lebih menarik. Karena oleh-oleh kan harus menarik ya, jadi akan terus kami dampingi dan kami berikan pelatihan," tuturnya. 

Baca juga : Sandiaga: Tingkat Hunian di Tiga Gili Bergerak Naik, Ekonomi Bangkit

Teten menekankan, ajang MotoGP Mandalika ini harus menjadi awal kebangkitan bagi UMKM khususnya di sektor otomotif. Menurutnya, sektor otomotif dapat membawa multiplier effect bagi sektor lainnya. 

"Event MotoGP harus dijadikan momentum promosi pariwisata, perdagangan, investasi, tapi secara khusus kita ingin promosikan UMKM otomotif. Nanti event MotoGP yang akan datang saya harapkan produk kita terus menjadi lebih baik. Ini bisa menggerek banyak sektor termasuk garmen, makanan minuman, dan sektor lainnya," tegas Teten. 

Dia mengungkapkan, sudah menetapkan dua prioritas untuk pengembangan produk UMKM masa depan. Pertama ialah produk artisan dan kedua yaitu produk yang berbasis inovasi dan teknologi. 

Menurutnya, event MotoGP menjadi momentum pengembangan produk artisan di sektor otomotif yang akan berdampak pada perekonomian NTB. Hal ini juga terlihat dari event World Superbike (WSBK) pada November 2021 lalu, di mana dampak positifnya sangat terasa signifikan. 

"Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, terdapat tambahan pendapatan pajak hiburan sebesar 15%, pajak parkir 30%, serta pajak restoran dan hotel sebesar 15%. Data Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB juga menunjukkan gelaran WSBK mempengaruhi pertumbuhan ekonomi 5,01–5,81% pada kuartal IV 2021 di Provinsi NTB," ucapnya. 

"Efek peningkatan ekonomi tersebut tergambar dari peningkatan okupansi hotel, peningkatan omzet dari sektor jasa transportasi, serta para pelaku UMKM yang mengalami peningkatan penjualan selama event berlangsung. Dampaknya pesat. Kesuksesan WSBK lalu digunakan untuk kebangkitan sektor otomotif. Saya lihat UMKM ini banyak industri otomotif dan harus dijadikan momentum," sambung Teten. 

Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman menambahkan bahwa ajang MotoGP Mandalika menjadi sebuah momentum bagi Indonesia untik memperkenalkan keunikan produk UMKM ke mata dunia. 

Menurutnya, para pelaku UMKM yang telah melalui tahap kurasi ini memiliki kualitas jempolan yang dapat memikat para pengunjung baik domestik dan asing sekaligud melahirkan investasi. 

"Contoh kita punya UKM produknya sunblock yang nggak merusak terumbu karang, jadi ketika peselancar pakai ini enggak bakal merusak terumbu karang karena sunblok yang dipakai tidak mengandung bahan yang berbahaya. Juga ada kain wangi yang saya rasa cuma kita yang punya," ujar Hanung. 

Selain itu, Hanung menambahkan bahwa para pelaku UMKM yang telah memamerkan produknya di ajang MotoGP kali ini juga banyak yang sudah melakukan ekspor produknya ke berbagai negara. Hal ini pun semakin menunjukkan bahwa kualitas pelaku UMKM Indonesia tidak kalah dari produk asing. (OL-7)

BERITA TERKAIT