18 March 2022, 16:42 WIB

Harga sudah Mahal, Minyak Goreng masih Langka


Ruta Suryana | Nusantara

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Kapolres Badung, Bali, Ajun Komisaris Besar Leo Dedy Defretes saat memimpin sidak minyak goreng, Rabu (16/3).

MESKI harga sudah mahal menyusul pencabutan HET (harga eceran tertinggi), keberadaan minyak goreng di wilayah Kabupaten Badung, Bali, khususnya di kawasan perumahan Bumi Dalung Permai yang tergolong perumahan terbesar di Bali ini tetap masih langka. Dari pantauan Jumat (18/3) di pasar modern maupun di pasar tradisional, rak-rak masih kosong stok minyak goreng. 

"Lagi kosong, Pak," ujar seorang karyawan toko modern. Kalau pun ada di toko modern lain hanya tersedia beberapa bungkus kemasan plastik saja dengan harga Rp24.700 ukuran 1 liter. 

Seorang ibu langsung batal membeli minyak goreng setelah melihat harga yang tertera di rak toko modern karena dinilai terlalu mahal. "Waduh, ini kan yang biasanya dijual Rp14 ribu," ujarnya yang sempat memeriksa kemasan premium dalam plastik dan langsung meninggalkan toko.

Baca juga: Harga Bahan Pangan di Palembang Berlomba Naik

Di pasar tradisional juga sulit menemukan stok minyak goreng. Yanti, salah seorang pedagang, mengaku memilih untuk sementara tidak menjual minyak goreng dengan alasan cukup mahal. "Itu di sana (menyebut nama toko modern) saja dijual Rp25 ribu, lalu saya harus jual berapa. Untuk sementara saya tak jualan saja (minyak goreng), terlalu 
mahal," ujarnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT