15 March 2022, 15:33 WIB

6 Desa Diterjang Banjir di Kabupaten Kebumen


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

MI/Lilik Darmawan
 MI/Lilik Darmawan
Ilustrasi banjir di Jawa Tengah

BPBD Kabupaten Kebumen mengerahkan personel untuk memastikan keselamatan warga setelah wilayahnya dilanda banjir. Kejadian ini berlangsung pada Senin (14/3) sekitar pukul 23.50 WIB. Hujan lebat mengguyur tiga kecamatan di wilayah itu sehingga debit air sungai meluap dan menggenangi permukiman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen yang dibantu TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan relawan melakukan upaya penanganan darurat.

"Warga diimbau untuk melakukan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Di samping itu, warga dapat melakukan evakuasi mandiri secara aman apabila hal tersebut memungkinkan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (15/3)

Petugas gabungan telah menyiagakan dua perahu karet yang dilengkapi pelampung apabila ada warga membutuhkan bantuan evakuasi. Sebanyak delapan personel BPBD bersiaga di tiga kecamatan yang terdampak banjir. Ketika para petugas berada di lokasi, kondisi cuaca masih hujan sehingga menghambat proses evakuasi.

"BPBD setempat masih melakukan pendataan terhadap warga yang melakukan evakuasi secara mandiri maupun dengan bantuan petugas. Saat banjir terjadi tinggi muka air berkisar 30 hingga 150 cm," sebutnya.

Baca juga: Stok Cabai di Kebumen dan Banjarnegara Jelang Hari Besar Keagamaan Aman

Data sementara pada Selasa (15/3) pukul 04.00 WIB, wilayah terdampak yaitu di Desa Pring Tutul, Kalisari dan Redisari di Kecamatan Rowokele, Desa Tugu di Kecamatan Buayan, serta Desa Jatijajar dan Desa Manguweni di Kecamatan Ayah.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana banjir yang lebih buruk. Prakiraan cuaca pada hari ini, Selasa (15/3), wilayah terdampak di tiga kecamatan masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

"Warga diharapkan dapat mengantisipasi apabila harus evakuasi atau berada di pos pengungsian, khususnya dalam penerapan protokol kesehatan," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT