13 March 2022, 10:15 WIB

Gerakan Melawan Stunting HaloPuan Digelar di Cimahi, Jabar


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
 Gerakan Melawan Stunting dilaksnakan di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

KOTA Cimahi, Jawa Barat, menjadi lokasi ke-22 dari Gerakan Melawan Stunting yang diinisiasi Ketua DPR RI Puan Maharani.

Pada Sabtu (12/3), lembaga sosial Puan Maharani, HaloPuan, menggelar Gerakan Melawan Stunting di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan.

Di Cimahi, HaloPuan bergotong royong bersama kader-kader PDI Perjuangan Kota Cimahi, Fokbi (Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia) Cimahi, dan RW 04 Kelurahan Cibeber.

Sekitar 250 warga menghadiri kegiatan ini. Mereka adalah warga sasaran Gerakan Melawan Stunting yang telah didata sebelumnya, yakni ibu hamil, ibu menyusui bersama balita mereka, pasangan usia subur, calon pengantin, dan kader-kader posyandu.

Angka stunting di Kota Cimahi naik dalam dua tahun terakhir. Pada 2020, kejadian stunting naik dari 9,06% menjadi 10,8%.

Pada 2021, angka ini naik lagi menjadi 11,05%. Angka riil kejadian stunting di Cimahi pada 2021 adalah 3.551 balita atau 11,05% dari total 32.265 balita di seantero Kota Cimahi.

Baca juga: Kasus positif Covid-19 Lampung Bertambah 359 Orang

Meskipun kejadian stunting di Cimahi masih berada di bawah angka rata-rata nasional sekitar 24,4%, kenaikannya dalam dua tahun berturut-turut mesti diwaspadai. Kewaspadaan akan bahaya stunting juga mesti terus dijaga agar kasus baru stunting tidak terjadi.

“Untuk itu, Ibu Puan Maharani melalui Gerakan Melawan Stunting terus berupaya menyosialisasikan pentingnya asupan gizi seimbang bagi balita selama 1000 hari pertama kehidupan,” kata Koordinator HaloPuan, Poppy Astari.

Menurut Poppy, Gerakan Melawan Stunting bertujuan membangun kesadaran bersama tentang ancaman stunting bagi masa depan bangsa Indonesia. Jika angka kejadian stunting tidak diturunkan dan kejadian baru tidak dicegah, maka di masa depan sumber daya manusia Indonesia makin sulit bersaing dengan bangsa-bangsa lain. “Sebab, stunting tidak hanya persoalan tinggi badan anak tapi yang lebih penting berpengaruh terhadap kemampuan berpikir anak,” ujar Poppy.

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cimahi, dr. Dewi Nur yang memberi penyuluhan mengungkap bahwa dari tiga anak di Indonesia, satu di antaranya mengalami stunting (gizi buruk menahun) sementara ada delapan juta anak di Indonesia yang pertumbuhannya tidak maksimal.

“Stunting ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama, terutama keluarga-keluarga,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang mengatakan kedatangan HaloPuan dengan Gerakan Melawan Stunting menunjukkan Puan Maharani dan PDI Perjuangan peduli kepada kaum ibu.

“Angka stunting di Cimahi masih cukup tinggi, di atas 10 persen,” kata anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan Kota Bandung dan Kota Cimahi tersebut.

Sejumlah anggota fraksi PDI Perjuangan lain juga menghadiri kegiatan Gerakan Melawan Stunting di Kota Cimahi. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Purwanto, Anggota DPRD Kota Cimahi Yus Rusnaya, Anggota DPRD Kota Cimahi Freddy Siagian, dan Anggota DPRD Kota Cimahi Agung Yudaswara.

Selain penyuluhan, HaloPuan berbagi gagasan memanfaatkan bubuk daun kelor sebagai makanan tambahan super dalam melawan stunting. Daun kelor telah teruji manfaatnya di banyak negara dalam mengatasi malnutrisi dan gizi buruk.

Di Desa Sukajaya, Kabupaten Garut, dan Desa Cisempur, Kabupaten Sumedang, hasil monitoring HaloPuan menunjukkan bubuk daun kelor yang dikonsumsi selama satu bulan penuh sesuai takaran mampu meningkatkan nafsu makan ibu hamil, memperlancar ASI ibu menyusui, dan meningkatkan berat dan tinggi badan anak, masing-masing 5 ons dan 0,5 sentimeter dalam satu bulan.

“Mengapa daun kelor diolah menjadi bubuk?” tanya Mohamad Chotim, relawan HaloPuan, dalam peragaan pengolahan daun kelor di hadapan peserta kegiatan.

“Selain karena mudah dijadikan berbagai menu makanan yang enak, bubuk juga mengikat kekayaan nutrisi yang dikandung daun kelor,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Purwanto mengatakan baru mengetahui begitu besarnya manfaat daun kelor. Daun kelor misalnya digambarkan memiliki 7 kali vitamin C pada jeruk, 4 kali kalsium pada susu, 4 kali vitamin A pada wortel, 2 kali protein pada susu, dan 3 kali potasium pada pisang.

“Ternyata daun kelor itu sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak dan kaum ibu,” kata Purwanto yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi.

“Karena itu, kami berharap apa yang disampaikan dalam kegiatan ini bisa dipraktikkan oleh warga, khususnya dalam mengolah daun kelor menjadi asupan super.”

Di akhir kegiatan, HaloPuan dan PDI Perjuangan membagikan paket makanan tambahan, termasuk di dalamnya 400 gram bubuk daun kelor, kepada 250 warga peserta kegiatan.

HaloPuan juga menyerahkan bibit kelor untuk ditanam warga di pekarangan rumah masing-masing. Lalu, di sebuah lahan wakaf dekat lokasi kegiatan, HaloPuan bersama Anggota DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang,

Anggoat DPRD Kota Cimahi Freddy Siagian, dan Ketua RW 04 Kelurahan Cibeber Heri Gustiyana melakukan penanaman empat bibit pohon kelor. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT