12 March 2022, 16:44 WIB

Tes Covid Ditiadakan, Penumpang KA dan KRL di Yogyakarta belum Ada Peningkatan


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

ANTARA FOTO/Paramayuda
 ANTARA FOTO/Paramayuda
Ilustrasi penumpang KRL

JUMLAH penumpang kereta api jarak jauh dan KRL belum mengalami lonjakan penumpang secara signifikan usai adanya pelonggaran aturan bagi pelaku perjalanan.

"Sejak diberlakukan aturan tanpa antigen ataupun PCR (bagi penumpang kereta api yang sudah divaksin dua kali), belum tampak adanya penambahan volume penumpang," kata Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto, Sabtu (12/3).

Jumlah penumpang KA jarak jauh di DIY pada hari biasa sebanyak 6.000-7.000 penumpang. Menurut dia, jumlah penumpang pada hari biasa memang tidak terlalu ramai. Pihaknya masih akan melihat situasi pada akhir pekan yang biasanya akan lebih banyak.

Hal serupa juga disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba.

"Setelah dinaikkan kapasitas dalam beberapa hari ini, penumpang KRL Yogyakarta-Solo belum ada kenaikan signifikan," kata dia di Balai Yasa.

Baca juga:  Kapasitas KRL 60%, Jumlah Pengguna Stabil dan Taat Prokes

Ia menyebut, volume penumpang tertinggi terjadi saat Natal dan tahun baru 2022. Sementara itu, setelah aturan baru diterapkan, jumlah penumpang KA Yogyakarta-Solo berkisar 10-12 ribu sehari.

KAI Commuter mulai 9 Maret 2022 menjalankan operasi dan layanan KRL sesuai aturan terbaru dari pemerintah yaitu Surat Edaran Kemenhub Nomor 25 tahun 2022. Dalam aturan tersebut, KRL Yogyakarta-Solo diperkenankan melayani pengguna hingga 60% dari kapasitas. Ini merupakan peningkatan setelah sebelumnya hanya melayani 45% dari kapasitas.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT