11 March 2022, 10:10 WIB

Pariwisata di Semarang dan sekitarnya Mulai Bergairah


Akhmad Safuan | Nusantara

dok.ant
 dok.ant
Wisatawan berjalan melintasi bekas Kantor Surat Kabar Het Noorden pada masa Pemerintah Hindia Belanda saat mengikuti tur di ka

GAIRAH pariwisata di Semarang dan beberapa daerah lain di Jawa Tengah kembali bangkit, setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan menghapus syarat tes PCR dan antigen bagi pelaku perjalanan dalam negeri, baik menggunakan moda angkutan udara maupun kereta api.

Sejak pemerintah menghapus kebijakan tidak wajib tes PCR dan antigen bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), gairah pariwisata di Kota Semarang dan beberapa daerah sekitar seperti Kabupaten Semarang, Demak, Kendal dan Salatiga kembali muncul, jumlah pengunjung di beberapa tempat wisata mulai meningkat hingga 30 persen dibanding sebelumnya.

Di Kabupaten Semarang beberapa tempat wisata seperti Bandungan, Kopeng dan Gedongsongo mulai ramai dikunjungi rombongan wisatawan, sehingga ruas jalur di obyek wisata tersebut kian padat karena puluhan bus besar dan kendaraan pribadi setiap menit melintas.

Demikian juga di Kota Semarang sejumlah obyek wisata juga mulai ramai dipadati pengunjung seperti Klenteng Sam Poo Kong, Taman Zoo Mangkang, Kota Lama, Lawang Sewu dan beberapa tempat wisata lain, bahkan restoran dan tempat kuliner juga semakin meningkat jumlah pengunjung.

Direktur Semarang Zoo Khoirul Awaludin mengatakan dengan adanya perubahan kebijakan tidak wajib tes PCR dan antigen bagi PPDN, jumlah pengunjung di wahana wisata ini meningkat, pengunjung tidak hanya dari lokal tetapi juga dari beberapa daerah bahkan luar dengan menggunakan puluhan bus setiap pekan.

"Kebijakan diambil pemerintah bagi PPDN yang tidak mewajibkan tes PCR maupun antigen berdampak positif bagi dunia pariwisata," kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Sapto Adi Sugihartono.

Pelaku wisata baik obyek wisata hotel, restoran dan agen perjalanan, lanjut Sapto Adi Sugihartono, semakin bergairah karena jumlah wisatawan meningkat dengan tidak adanya pembatasan persyaratan perjalanan. "Namun mencegah terjadinya kasus covid-19 tetap dilaksanakan protokol kesehatan di obyek wisata," tambahnya.

Meskipun demikian Kota Semarang tidak menargetkan muluk-muluk, ujar Sapto Adi Sugihartono, tetapi dengan meningkatnya jumlah wisatawan diharapkan selain menjadi daerah tujuan juga para pelancong yang berkunjung di daerah sekitar dapat tinggal di Kota Semarang.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha secara terpisah juga mengatakan kebijakan tidak wajib tes PCR dan antigen semakin menggairahkan dunia wisata, apalagi daerah ini merupakan tempat tujuan wisatawan sehingga diharapkan akan meningkatkan perekonomian daerah setelah dua tahun mengalami ketertarikan.

"Perekonomian diperkirakan juga akan kembali bergerak seiring kembali bergairahnya kepariwisataan di daerah ini, tetapi Prokes tetap harus ditaati untuk mencegah meningkatnya kasus covid-19," ungkap Ngesti Nugraha. (OL-13)

Baca Juga: Kelurahan Timbang Galung, Kampung Pancasila Pertama di Kota Pematangsiantar

BERITA TERKAIT