08 March 2022, 20:57 WIB

3.000 Pohon Hijaukan Lahan Kritis Hutan Lindung Kalipang


M Yakub | Nusantara

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra
 ANTARA FOTO/Nyoman Hendra
Ilustrasi penanaman pohon

PEMKAB Tuban bersama sejumlah pihak terkait dan Pramuka mengelar reboisasi di kawasan Hutan Lindung Kalipang, Dusun Selang, Desa Jadi, Kecamatan Semanding. Sebanyak 3.000 batang pohon produktif ditanam pada kawasan hutan kritis tersebut.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama Dandim 0811 Tuban Letkol Inf. Syuhada Erwin, Wakil Ketua DPRD Tuban Subiantoro, Sekda Tuban Budi Wiyana, Kepala Dinas DLH dan Perhubungan Bambang Irawan, ADM Perhutani Tuban Miswanto serta Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban turut dalam kegiatan Penghijauan tahap III tersebut.

Bupati mengatakan kegiatan penghijauan kali ini merupakan langkah yang harus diperluas di seluruh lahan kritis. Apalagi, restorasi hutan dan penghijauan lahan kritis masuk dalam fokus program Pemkab Tuban saat ini.

Pemkab juga mengapresiasi Pramuka Kwarcab Tuban yang dapat menggerakkan ratusan anggota Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega bersama menanam pohon.

"Saya sangat kagum dan bangga. Saya harap kegiatan ini bisa dicontoh yang lain. Kita menanam serentak untuk menghijaukan hutan kita kembali," ungkap Aditya.

Menurut dia, penghijauan yang gencar dilakukan di Kabupaten Tuban untuk menjaga mata air dan kualitas oksigen dan diharapkan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena pohon yang ditanam merupakan tanaman produktif yang antara lain seperti kelengkeng, alpukat dan nangka.

Baca juga: BKSDA Sumbar Lepasliarkan Seekor Harimau Sumatera di Kawasan Hutan Lindung Pasaman Barat

Meski begitu, Bupati meminta komitmen masyarakat untuk ikut menjaga pohon yang ditanam agar tumbuh dengan baik. Hal ini penting, sebab banyak masyarakat tidak ikut menjaga pohon yang ditanam.

"Habis kita tanam tapi beberapa bulan sudah hilang, jadi disini saya meminta komitmen dari bapak ibu sekalian untuk menjaga pohon ini sampai besar sehingga bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk kita tapi hingga cucu cicit panjenengan nanti, boleh menanam polowijo akan tetapi tanaman inti jangan dipotong," tuturnya.

Menurut Bupati, peran serta masyarakat dalam menjaga pohon yang ditanam menjadi kunci keberhasilan program penghijauan. Apalagi saat ini Pemkab Tuban juga tengah fokus dalam penanganan banjir. Untuk itu, ia meminta masyarakat harus sepakat menjaga agar tanaman tumbuh dengan baik, sehingga bisa menjadi pelindung dari kekeringan sebab telah tersedia sumber air, dan memberikan kualitas udara yang baik untuk generasi penerus.

"Meskipun normalisasi kali dilakukan, pintu air bengawan solo telah dibuka, akan tetapi jika akar masalahnya adalah hutan gundul, maka akan sia-sia," pungkasnya.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban Kacuk Karsono mengungkapkan sesuai program yang dilakukan oleh Pemkab Tuban yaitu reboisasi lahan dengan tanaman produktif. Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tuban telah menanam pohon di beberapa titik yang merupakan inisiasi lembaganya.  Kwarcab Tuban yang bekerja sama dengan Pemkab Tuban juga Perhutani sebagai upaya pelestarian sumber mata air di Desa Jadi, Kecamatan Semanding.

"Tak kurang 9 hektare luas lahan yang ditanami dengan jumah 3.000 pohon produktif," paparnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT